Senin, 18 Mei 2026

Kirab Budaya Tatar Sunda

Saat Bebegig Sukamantri Menggetarkan Malam Milangkala Tatar Sunda

Wangi dupa menyerbak di kawasan Kiara Artha Park, pada helatan Kirab budaya Milangkala Tatar Sunda.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Kemal Setia Permana
Tribun Jabar/Nappisah
BEBGIG - Bebegig asal Ciamis dalam Kirab budaya Milangkala Tatar Sunda, Sabtu (16/5/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Wangi dupa menyerbak di kawasan Kiara Artha Park, pada helatan Kirab budaya Milangkala Tatar Sunda, Sabtu (16/5/2026) malam. 
  • Puluhan kuda kavaleri kini sudah mengenakan baju seragam dengan aksesoris di kepalanya. Mereka berbaris siap ditunggangi para pemangku kebijakan. 
  • Di belakangnya, deretan kereta kuda tak kalah menawannya dengan hiasan bunga dengan sentuhan budaya.
  • Karpet merah menjadi panggung utama, tak kala Gubernur Jabar Dedi Mulyadi hadir menyapa penonton. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wangi dupa menyerbak di kawasan Kiara Artha Park, pada helatan Kirab budaya Milangkala Tatar Sunda, Sabtu (16/5/2026) malam. 

Puluhan kuda kavaleri kini sudah mengenakan baju seragam dengan aksesoris di kepalanya. Mereka berbaris siap ditunggangi para pemangku kebijakan. 

Di belakangnya, deretan kereta kuda tak kalah menawannya dengan hiasan bunga dengan sentuhan budaya.

Karpet merah menjadi panggung utama, tak kala Gubernur Jabar Dedi Mulyadi hadir menyapa penonton. 

Mereka berteriak dan melambaikan tangan orang nomor satu di Jawa Barat itu. Dari kejauhan, kerumunan penonton tampak bergerak rapat memenuhi area, menyerupai koloni semut yang tak henti berpindah.

Para penari dengan selendang menjuntainya bersolek dan meliuk enerjik saat tabuhan gendang dan gamelan memecah telinga. 

Baca juga: Tiga Jam Dihias Cantik, Puluhan Delman Bergaya untuk Arak-Arakan Kirab Budaya di Bandung

Namun yang tetap mencuri perhatian ialah putri bungsu Dedi Mulyadi, Ni Hyang Sukma Ayu yang mengenakan kebaya berwarna hitam. 

Meski usianya baru memasuki usia tujuh tahun, ia tampil percaya diri bersama para penari. 

Riuhnya arak-arakan festival budaya, derap langkah para penari Bebegig terdengar dari kejauhan. 

Wajah topeng raksasa dengan rambut gimbal dari anyaman bunga rotan, suara kolotok yang berdentang, menghadirkan suasana  menggetarkan. Tak sedikit penonton yang menjerit saat grup dari Ciamis ini unjuk kebolehan. 

Namun di balik tampilannya yang menyeramkan, Bebegig Sukamantri menyimpan pesan tentang perlindungan alam, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Kesenian ini berasal dari Desa Sukamantri, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

Berbeda dengan orang-orangan sawah yang kerap disebut “bebegig” di beberapa daerah, Bebegig Sukamantri merupakan seni pertunjukan topeng yang dimainkan dalam tarian tradisional.

Topengnya menyerupai kepala singa seperti barong di Jawa dan Bali. Pembeda utamanya terletak pada rambut gimbal dari susunan bunga rotan atau bunga caruluk yang disebut bubuai. 

Baca juga: Persib Dikaitkan Nama Chrigor Moraes, Striker Ganas Liga Malaysia Pemecah Rekor Legenda Persija

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved