Mantan Wagub Jabar Deddy Mizwar: Kritik Sosial Harus Dibungkus Lucu, Bukan Memaki
Deddy Mizwar tetap produktif di usia 70 tahun dengan membawa sinetron Para Pencari Tuhan menuju usia dua dekade.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Deddy Mizwar tetap produktif di usia 70 tahun dengan membawa sinetron Para Pencari Tuhan menuju usia dua dekade.
- Mantan Wagub Jabar ini konsisten mengangkat fenomena sosial yang nyata sebagai cermin bagi masyarakat.
- Meski kritik sosial dalam karyanya semakin tajam, ia membungkusnya dengan humor dan nilai religius guna memberikan inspirasi tanpa menyakiti perasaan penonton.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jejak panjang Deddy Mizwar di panggung seni peran Indonesia tak pernah benar-benar terhenti. Di usia 70 tahun, ia tetap produktif berkarya. Di saat yang sama, sinetron religi andalannya, Para Pencari Tuhan (PPT), hampir genap dua dekade hadir di layar kaca. Tahun depan, serial tersebut memasuki usia 20 tahun.
Tak hanya dikenal sebagai aktor dan sutradara, Deddy Mizwar juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013–2018. Pengalaman di dunia pemerintahan itu semakin memperkaya perspektifnya dalam membaca dinamika sosial, sesuatu yang kerap tercermin dalam karya-karyanya.
Perjalanan panjang PPT, diakuinya, bukan tanpa tantangan. Ia sempat merasakan apresiasi penonton yang menurun di awal episode belasan.
“Ada beberapa tantangan, kalau kita lihat di awal episode belasan itu agak turun karena apresiasi dari penonton atau masyarakat,” ujarnya saat wawancara virtual, Kamis (26/2/2026).
Namun, kondisi itu tak membuatnya surut. Ia dan tim melakukan evaluasi, mengubah pendekatan cerita agar lebih segar dan kontekstual.
“Kita berupaya bagaimana supaya kembali disukai. Maka itu berubah tema supaya lebih longgar. Sekarang kita coba setiap tahun mengangkat tema-tema yang berbeda dan juga pemain-pemain yang berbeda, kecuali beberapa pemain tetap yang sudah dikenal oleh masyarakat,” katanya.
Menurut Deddy, kekuatan utama PPT adalah kemampuannya mengangkat fenomena yang benar-benar hidup di tengah masyarakat. Cerita yang disajikan bukan sekadar rekaan, melainkan refleksi realitas sehari-hari.
“Kita mencoba untuk mengamati fenomena yang muncul di tengah masyarakat dan itu yang kita angkat. Sehingga masyarakat bisa melihat sebagian wajahnya di layar kaca. Merasa ini juga bagian dari kehidupan mereka,” tuturnya.
Selain relevan secara sosial, Deddy Mizwar menegaskan bahwa nilai religius tetap menjadi pondasi utama PPT.
“Yang paling penting adalah memasukkan unsur-unsur religius ke dalamnya, sehingga bisa menginspirasi kita menjadi lebih baik,” ujarnya.
Belakangan, sindiran sosial dalam PPT juga disebut semakin tajam. Namun, Deddy Mizwar menekankan bahwa kritik tersebut dibalut humor, bukan untuk menyakiti.
“Itu barangkali ungkapan-ungkapan yang tidak sempat diucapkan oleh para pemirsa. Sehingga mereka merasa relate dengan kritikan atau sindiran-sindiran yang tentu saja bukan sarkas dalam pengertian menyakiti orang. Tapi bagaimana peringatan-peringatan dengan cara yang lucu,” jelasnya.
| Farisha Sasha Jadi Sarjana Menganggur di Para Pencari Tuhan, Angkat Realita Sulitnya Cari Kerja |
|
|---|
| Perankan Zidan di Lorong Waktu Jilid 2, Lavicky: Ini Bukan Sekadar Akting tapi Dakwah |
|
|---|
| Di "Para Pencari Tuhan Jilid 18", Deddy Mizwar Angkat Kisah Pengangguran dan Sulitnya Dapat Kerja |
|
|---|
| Eks Wagub Jabar Bakal Gantikan Ade di PSU Tasikmalaya, Pengamat Politik: Masa Edarnya Sudah Selesai |
|
|---|
| Main di Serial Religi Para Pencari Tuhan, Pemain Muda Ini Merasa Saatnya untuk Bertobat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-saat-wawancara-virtual-dengan-Deddy-Mizwar.jpg)