Kamis, 21 Mei 2026

Persib Bandung

Antisipasi Risiko Terjebak Konvoi Persib, WO Pilih Majukan Jam Resepsi Pernikahan

Euforia merayakan Persib Bandung melalui konvoi tidak hanya berdampak pada lalu lintas kota, juga merembet ke industri pernikahan.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
KONVOI - Konvoi bobotoh di kawasan Flyover Pasupati di Kota Bandung, usai laga Persib vs Persija, 10 Mei 2026. Sejumlah wedding organizer (WO) harus menyiapkan strategi agar acara tetap berjalan lancar di tengah potensi kemacetan dan kepadatan massa. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Euforia kemenangan Persib Bandung yang dirayakan lewat konvoi ternyata tidak hanya berdampak pada lalu lintas kota, tetapi juga merembet ke industri pernikahan. 

Sejumlah wedding organizer (WO) mengaku harus menyiapkan strategi agar acara tetap berjalan lancar di tengah potensi kemacetan dan kepadatan massa.

Yunia, dari WO Be Bride, mengungkapkan bahwa dampak paling terasa terjadi pada resepsi yang digelar sore hingga malam hari. 

Menurutnya, banyak tamu yang memilih tidak hadir karena khawatir terjebak macet saat perjalanan pulang.

“Kalau acara pagi sih relatif aman, misalnya selesai sampai jam dua siang, tamu masih bisa datang dengan terkendali. Tapi kalau sudah masuk sore, biasanya jumlah tamu yang datang jauh berkurang,” ujar Yunia saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Bomber Persib Ramon Tanque Fokus Incar Kemenangan dari Persijap, Namun Tak akan Anggap Enteng

Ia menyontohkan sebuah acara pernikahan di kawasan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, yang bertepatan dengan momentum konvoi.

Dari ratusan undangan yang disebar, hanya sekitar 30 persen tamu yang hadir.

“Misalnya dari 500 sampai 1.000 undangan, yang datang itu bisa cuma 30 persen. Jadi memang terasa banget kosongnya, apalagi untuk acara malam,” katanya.

Menurut Yunia, kekhawatiran utama para tamu adalah kondisi jalan saat pulang. Kemacetan akibat konvoi membuat banyak orang enggan mengambil risiko, terutama jika lokasi gedung berada di jalur yang dilalui iring-iringan massa.

Menyikapi kondisi ini, pihak WO biasanya sudah memberikan informasi dan antisipasi sejak awal kepada calon pengantin.

Namun, karena jadwal konvoi seringkali baru diketahui dalam waktu dekat, opsi yang bisa dilakukan pun terbatas.

“Kalau geser hari itu hampir tidak mungkin, karena semua sudah direncanakan jauh-jauh hari. Paling yang bisa dilakukan adalah memajukan jam resepsi,” jelasnya.

Perubahan waktu ini menjadi strategi utama agar acara selesai sebelum puncak keramaian konvoi. Yunia menyebut, resepsi yang awalnya dijadwalkan selepas magrib kerap dimajukan menjadi pukul 16.30.

Baca juga: DAFTAR NOMINASI Pemain Terbaik: Teja dan Mike Hauptmeijer Tak Masuk, Netizen Pertanyakan Igor

“Biasanya kita minta mulai lebih cepat, supaya jam delapan malam itu acara sudah selesai. Karena kalau mulai terlalu sore, tamu bisa kejebak di jalan sebelum sampai atau pas pulang,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved