Jumat, 1 Mei 2026

Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pengamat Nilai Program MBG Masih Perlu Evaluasi

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tepat memasuki satu tahun masa pemerintahannya pada 20 Oktober 2025.

Tayang:
Istimewa/ dok - SPPG Yayasan Karya Utama Insani Garut Kota untuk Tribun Jabar
MENU MBG - Foto dokumentasi menu MBG spesial dalam perayaan Hari Ulang Tahun Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke-76. Menu nasi goreng spesial serentak dibuat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (17/10/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tepat memasuki satu tahun masa pemerintahannya pada 20 Oktober 2025. 

Dalam setahun kepemimpinannya, berbagai program unggulan mulai dijalankan sebagai upaya mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. 

Salah satu program yang menjadi perhatian publik adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG diluncurkan untuk mendukung salah satu dari delapan misi Asta Cita, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM). 

Melalui program ini, pemerintah berupaya mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di Indonesia, serta mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan menyusui, hingga peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Meski memiliki tujuan mulia, pelaksanaan MBG di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan dan perlu evaluasi.

Baca juga: Joey Pelupessy Kian Santer Gabung Persib Paruh Musim Nanti, Ini Dia 3 Indikatornya

Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Siddha, mengatakan bahwa tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan masa transisi dalam merealisasikan janji-janji kampanye.

“Kalau kita melihat di Indonesia Pak Prabowo dan Gibran selama satu tahun ini kan sebenarnya banyak hal yang sedang mereka kejar. Jadi kalau dalam konteks ini saya melihat bahwa memang tahun ini adalah tahun di mana kemudian Pak Gibran dan Pak Prabowo mencoba untuk merealisasikan apa yang menjadi program-program di kampanye kemarin,” ujar Arlan saat dihubungi, Senin (20/5/2025).

Menurutnya, salah satu program yang menguat dan menjadi perbincangan luas adalah MBG.

“MBG ini saya lihat memang bukan program yang sebelumnya pernah ada. Jadi berbeda dengan program-program yang lain, misalnya di era Pak Jokowi atau di era Pak SBY. Itu programnya ada, hanya kemudian yang membedakan adalah inovasinya. Tapi kalau yang MBG ini benar-benar program baru yang kemudian menuntut banyak kerjasama di antara kabinet dan kemudian masyarakat dan lain sebagainya,” ucapnya.

Arlan juga menyoroti bahwa dalam pelaksanaannya, MBG membutuhkan koordinasi yang kuat antarinstansi, apalagi kini telah dibentuk badan khusus untuk mengatur program tersebut.

“Kita tahu bahwa ada badan khusus untuk mengatur bagaimana makanan bergizi gratis, dan kalau saya melihat program MBG ini selama di satu tahun awal dilakukan oleh Pak Prabowo ya juga memang banyak evaluasi,” katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Cimahi Selatan Digegerkan Penemuan Mayat Tergeletak dalam Rumah

Ia menilai meski niat Presiden Prabowo baik, implementasi MBG di lapangan masih belum sesuai dengan harapan masyarakat.

“Hal yang perlu dievaluasi adalah bagaimana secara hilirisasi atau organisasi di dalam konteks MBG ini. Orang banyak melihat bahwa niat Pak Prabowo ini baik, namun secara implementasi di lapangan justru banyak hal-hal yang membuat MBG ini jauh dari apa yang menjadi harapan masyarakat atau ekspektasi masyarakat,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved