Demo di Jawa Barat

CEK DI SINI, Daftar HOAKS yang Beredar soal Demo, Termasuk Anggota Brimob Tewas Dihajar Massa

Jangan mudah percaya, ini daftar hoaks yang beredar terkait tragedi tewasnya Affan Kurniawan dan aksi solidaritas di berbagai daerah.

Tribunnews.com/Alfarizy AF
DEMO DI DPR - Aparat kepolisian memukul mundur massa aksi unjuk rasa di gedung DPR/MPR RI, Senin (25/8/2025). Massa aksi yang mundur justru masuk ke ruas jalan tol. 

“Kami imbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang tidak valid karena bisa memicu kepanikan. Pastikan untuk selalu mengecek kebenaran informasi sebelum membagikannya,” ujar Kombes Susatyo.

Polres Metro Jakarta Pusat kembali mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas asal-usulnya, serta selalu memverifikasi kebenaran berita melalui sumber resmi seperti kepolisian, pemerintah, atau media yang terpercaya.

2. Prajurit TNI Dilarang Keluar Rumah

Beredar hoaks atau berita bohong yang menyebut prajurit TNI Angkatan Darat dan keluarga di Jakarta dilarang ke luar rumah karena situasi di Jakarta yang berpotensi menimbulkan situasi kerawanan keamanan.

Dalam informasi hoaks yang beredar di grup-grup Whats App wartawan pada Jumat (29/8/2025) terasebut, disebutkan Telegram Dinas yang bersifat sangat konfidensial tersebut berasal dari Asintel KSAD dan ditujukan kepada Pangdam Jaya, Danrem jajaran Garnisun Jakarta, Dandim jajaran Garnisun Jakarta, dan Seluruh Prajurit TNI AD dan keluarga di wilayah Garnisun/Jakarta.

Baca juga: BREAKING NEWS Pendemo di Bandung Bakar Pagar Gedung DPRD dan Rumah Aset MPR RI, Api Berkobar

Dalam informasi tersebut disebutkan lima poin.

Pertama, disebutkan berdasarkan perkembangan terakhir, situasi di wilayah Jakarta mengalami peningkatan eskalasi dan berpotensi menimbulkan kerawanan keamanan.

Kedua, disebutkan seluruh Prajurit TNI AD beserta keluarga agar tidak keluar rumah serta menunda segala bentuk aktivitas di luar rumah, kecuali atas perintah dinas atau untuk keperluan yang benar-benar mendesak.

Ketiga, personel agar senantiasa waspada, tenang, tidak terprovokasi isu liar, serta mengikuti instruksi resmi melalui jalur komando.

Keempat, Komandan satuan jajaran agar melaksanakan pengawasan dan memastikan perintah ini dipatuhi sepenuhnya oleh seluruh anggota dan keluarga.

Kelima, keselamatan prajurit dan keluarga merupakan prioritas utama dalam menghadapi situasi saat ini.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menegaskan informasi tersebut tidak benar.

"Itu tidak benar, TNI AD tidak mengeluarkan surat tersebut, secara ketentuan dinas semua aspek di dokumen tersebut tidak sesuai dengan administrasi umum yang berlaku di TNI/TNI AD," kata Wahyu saat dihubungi Tribunnews.com pada Jumat (29/8/2025).

"Masyarakat jangan mudah percaya dengan penyebaran dokumen-dokumen yang membawa nama institusi TNI/TNI AD dan agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi apapun. Bagi pihak-pihak tertentu agar tidak memanfaatkan situasi yang sedang terjadi dengan melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dan meresahkan masyarakat," tegasnya.

Baca juga: Sosok Irjen Asep Edi Suheri Kapolda Metro Jaya Nyaris Diamuk Diteriaki Pembunuh, Ini Rekam Jejaknya

3. Anggota Brimob AKP Darkun Tewas

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved