Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Somah dan Orang Dalam, Rombongan Pop Sirkus Asal Bandung

Di balik konsep yang nyentrik, band ini justru menyuguhkan cerita-cerita hidup yang sangat dekat dengan keseharian banyak orang.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Tribun Jabar/Nappisah
Penampilan Somah dan Orang Dalam di Jalan Cibeunying, Kota Bandung, Sabtu (17/1/2026) malam. 
- Transpose +

 “Sebenarnya kan tetap ada gitar, bas, ukulele. Yang beda cuma looks-nya. Secara permainan, harmoni itu tetap terjadi,” ujarnya.

Saat ini, Somah dan Orang Dalam tengah bersiap merilis album perdana bertajuk Untuk Kalangan Terbatas. Album tersebut dijadwalkan meluncur setelah Lebaran 2026.

Proses pengerjaannya memakan waktu hampir satu tahun, sejak awal 2025 hingga rampung pada Desember 2025.

Pertunjukkan awal yang dilakukan di pinggir jalan kawasan Cibeungying, Kota Bandung, bukan sekadar latihan biasa. Lokasi tersebut dipilih sebagai bagian dari strategi promosi sekaligus debut lagu-lagu baru mereka ke publik.

“Kita lihat ruas jalan ini ramai. Banyak orang lewat. Kita juga pengin merangkul atensi orang,” kata Gugun.

Apalagi, lokasi tersebut berada di dekat kedai kopi pinggir jalan, sehingga penonton datang bukan hanya dari pengunjung, tetapi juga dari pengendara yang melintas.

Dalam waktu dekat, Somah dan Orang Dalam berencana tampil di sejumlah titik lain.

Sementara ini, wilayah Jawa Barat menjadi fokus utama. Mereka sengaja memilih ruang-ruang publik yang “merakyat”, bukan kafe atau tempat yang terlalu eksklusif.

“Random orang jalan bisa lihat kami. Itu yang kami cari,” ujarnya.

Soal genre, Gugun dengan lugas menyebut musik mereka sebagai pop.

“Pop aja. Karena kami pengin populer dan banyak uang,” kelakarnya.

Namun, lirik-lirik yang mereka bawakan justru mengangkat cerita keseharian yang sederhana dan jujur.

Mulai dari keluhan pekerja, pertemanan yang tak dibayar, hubungan yang patah, hingga dinamika hidup sehari-hari.

Inspirasi tersebut kemudian dirangkai menjadi satu album yang utuh.
Album Untuk Kalangan Terbatas juga memiliki keunikan lain. Selain menggunakan dua bahasa Indonesia dan Sunda, Somah dan Orang Dalam menyisipkan potongan hook dari lagu-lagu populer yang sudah dikenal luas.

Di antaranya lagu-lagu milik Titi DJ, JKT48, hingga karya-karya lain yang akrab di telinga masyarakat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved