Mengenal Somah dan Orang Dalam, Rombongan Pop Sirkus Asal Bandung
Di balik konsep yang nyentrik, band ini justru menyuguhkan cerita-cerita hidup yang sangat dekat dengan keseharian banyak orang.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
“Sebenarnya kan tetap ada gitar, bas, ukulele. Yang beda cuma looks-nya. Secara permainan, harmoni itu tetap terjadi,” ujarnya.
Saat ini, Somah dan Orang Dalam tengah bersiap merilis album perdana bertajuk Untuk Kalangan Terbatas. Album tersebut dijadwalkan meluncur setelah Lebaran 2026.
Proses pengerjaannya memakan waktu hampir satu tahun, sejak awal 2025 hingga rampung pada Desember 2025.
Pertunjukkan awal yang dilakukan di pinggir jalan kawasan Cibeungying, Kota Bandung, bukan sekadar latihan biasa. Lokasi tersebut dipilih sebagai bagian dari strategi promosi sekaligus debut lagu-lagu baru mereka ke publik.
“Kita lihat ruas jalan ini ramai. Banyak orang lewat. Kita juga pengin merangkul atensi orang,” kata Gugun.
Apalagi, lokasi tersebut berada di dekat kedai kopi pinggir jalan, sehingga penonton datang bukan hanya dari pengunjung, tetapi juga dari pengendara yang melintas.
Dalam waktu dekat, Somah dan Orang Dalam berencana tampil di sejumlah titik lain.
Sementara ini, wilayah Jawa Barat menjadi fokus utama. Mereka sengaja memilih ruang-ruang publik yang “merakyat”, bukan kafe atau tempat yang terlalu eksklusif.
“Random orang jalan bisa lihat kami. Itu yang kami cari,” ujarnya.
Soal genre, Gugun dengan lugas menyebut musik mereka sebagai pop.
“Pop aja. Karena kami pengin populer dan banyak uang,” kelakarnya.
Namun, lirik-lirik yang mereka bawakan justru mengangkat cerita keseharian yang sederhana dan jujur.
Mulai dari keluhan pekerja, pertemanan yang tak dibayar, hubungan yang patah, hingga dinamika hidup sehari-hari.
Inspirasi tersebut kemudian dirangkai menjadi satu album yang utuh.
Album Untuk Kalangan Terbatas juga memiliki keunikan lain. Selain menggunakan dua bahasa Indonesia dan Sunda, Somah dan Orang Dalam menyisipkan potongan hook dari lagu-lagu populer yang sudah dikenal luas.
Di antaranya lagu-lagu milik Titi DJ, JKT48, hingga karya-karya lain yang akrab di telinga masyarakat.
| Tulisan Karcis Parkir Bebas Tanggung Jawab Melanggar UU, Pengelola Bisa Didenda Rp2 Miliar |
|
|---|
| Siap-siap Bandung Macet Hari ini Sabtu 30 Mei 2026, Ada Festival hingga Konser Musik |
|
|---|
| Daftar Agenda di Bandung Akhir Pekan Ini 9-10 Mei 2026, Nobar Persib hingga Konser Musik |
|
|---|
| Cerita di Balik Nama Sukses Lancar Rezeki, Band Skena dari Bekasi Favorit Gen Z |
|
|---|
| Record Store Day Bandung: Ruang Kolektif Toko Musik dan Label Independen di Tengah Era Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Penampilan-Somah-dan-Orang-Dala.jpg)