Mengenal Somah dan Orang Dalam, Rombongan Pop Sirkus Asal Bandung
Di balik konsep yang nyentrik, band ini justru menyuguhkan cerita-cerita hidup yang sangat dekat dengan keseharian banyak orang.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Suara gitar terdengar dari pinggir jalan Cibeunying, Kota Bandung. Bukan gitar biasa bentuknya menyerupai baki. Di sampingnya, dentingan bas dari sekop, perkusi dari papan sese, hingga ukulele berbahan kaleng lem saling mengisi.
Pemandangan itu sontak menarik perhatian siapa pun yang melintas.
Mereka adalah Somah dan Orang Dalam, sebuah rombongan musik asal Bandung yang menyebut diri sebagai “rombongan pop sirkus”.
Di balik konsep yang nyentrik, band ini justru menyuguhkan cerita-cerita hidup yang sangat dekat dengan keseharian banyak orang.
“Kalau misalnya orang belum tahu band ini, kita sebut saja rombongan pop sirkus, karena kami meyakini musik Somah itu pasti disukai banyak orang di mana pun dan kapan pun," kata Gugun vokalis Somah dan Orang Dalam, kepada Tribunjabar.id, Sabtu (17/1/2026) malam.
Istilah “rombongan” sengaja dipilih. Bagi Gugun, konsep sirkus lebih menekankan pada hiburan dan pertunjukan.
Menurutnya, musik bukan hanya soal bunyi, tetapi juga soal tontonan. Hal itu tercermin dari instrumen-instrumen yang digunakan Somah dan Orang Dalam, yang jauh dari kata konvensional.
Gugun sebagai vokalis turut memainkan gitar dari baki gorengan. Bejo memetik bas berbahan sekop. Fuad dan Imel mengisi perkusi dengan washboard dan papan sese. Sementara Edo memainkan ukulele dari kaleng lem. Bahkan, beberapa elemen drum dibuat dari komponen bekas seperti drum oli.
“Musik bagus itu sudah banyak. Tapi yang otentik dan punya karakter itu jarang. Makanya kami lebih menjual ‘tagog’ ketagihan dari pertunjukannya.”
Somah dan Orang Dalam terbentuk pada akhir 2023, saat pandemi Covid-19 mulai mereda.
Awalnya, band ini hanya beranggotakan dua orang: Gugun dan Fuad. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai sering diminta tampil di panggung-panggung yang lebih besar.
“Kalau cuma gitar sama papan sese, rasanya bakal cringe,” tutur Gugun.
Dari situ, mereka mulai mengajak personel lain untuk bergabung, hingga terbentuk formasi yang sekarang.
Meski instrumennya terlihat tidak lazim, Gugun menegaskan bahwa secara musikal Somah dan Orang Dalam tetap bekerja seperti band pada umumnya.
| Indonesia Gaungkan Pentingnya Keadilan Royalti Digital bagi Kreator ASEAN melalui AWGIPC ke-78 |
|
|---|
| Siap-siap Bandung Macet Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026, Ada 9 Festival Ramadhan |
|
|---|
| Siap-siap Bandung Macet Akhir Pekan Ini 7-8 Maret 2026, Bazar Ramadhan hingga Konser Musik |
|
|---|
| Kemenkum Jabar Tegaskan Perlindungan Hak Cipta Musik Lewat Sinergi Akademisi |
|
|---|
| Pemerintah Pastikan Royalti Musik Tidak Bebani Publik dan Hambat Kreativitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Penampilan-Somah-dan-Orang-Dala.jpg)