Warga Bandung Harap Sabar, Dedi Mulyadi Targetkan Kabel Semrawut Beres di 2027
Pemprov menargetkan pemindahan kabel udara semrawut ke bawah tanah selesai bertahap hingga 2027.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
Ringkasan Berita:
- Target Rampung 2027: Gubernur Dedi Mulyadi menargetkan pembersihan dan pemindahan kabel udara yang semrawut ke bawah tanah (ducting) selesai bertahap pada tahun 2027.
- Bersabar: Mengingat penataan kabel ini membutuhkan waktu dan investasi yang tidak sedikit di lapangan, masyarakat Kota Bandung diimbau bersabar menghadapi proses transisi ruang publik ini.
- Soroti Kepadatan Jalur Ledeng: KDM sentil kawasan Ledeng, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, yang "bikin pusing" akibat lilitan ribuan kabel udara.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan penataan kabel udara yang semrawut di berbagai daerah, termasuk Kota Bandung, dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2027.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan program tersebut akan diintegrasikan dengan pembangunan jalan provinsi di sejumlah wilayah.
Penataan kabel, kata Dedi, menjadi bagian dari agenda besar penataan ruang publik yang lebih rapi dan modern.
Dedi menyebut, kabel yang menjuntai dan menumpuk di atas jalan selama ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga menciptakan kesan semrawut di kawasan perkotaan.
“Target saya 2027 selesai. Minggu depan saya akan mengundang pihak-pihak terkait, termasuk penyelenggara jaringan, untuk membahas langkah penataannya,” ujar Dedi, dikutip Kamis (4/6/2026).
kabupaten/Kota di Jawa Barat harus mulai menyusun langkah bertahap, untuk memindahkan kabel udara ke sistem bawah tanah.
Untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan Provinsi, Dedi menargetkan pembangunan infrastruktur jalan ke depan dilakukan bersamaan dengan pemasangan utilitas bawah tanah.
“Prinsip dasarnya, setiap daerah harus secara bertahap menyelesaikan kabel yang berserakan di atas. Saya targetkan untuk jalan provinsi di Jawa Barat, pada 2027 pembangunan jalannya harus bareng dengan pemasangan kabel bawah tanah,” ucapnya.
Sebagai contoh, Dedi menyoroti kondisi kabel udara di kawasan Ledeng, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, yang dinilai sudah sangat padat.
Menurutnya, kondisi tersebut telah mengganggu estetika ruang kota.
“Coba lihat di depan Ledeng, kabelnya ribuan. Melihatnya saja sudah bikin pusing,” ucapnya.
Sejumlah penyedia jaringan, kata Dedi, sebelumnya menyampaikan bahwa penataan kabel dapat dilakukan tanpa biaya besar.
Namun, menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penataan tetap membutuhkan investasi, mengingat sudah banyak kabel yang sudah menumpuk diberbagai titik.
“Mereka bilang tanpa biaya, tapi menurut saya kalau jumlahnya sudah banyak begini, pada akhirnya harus berbiaya juga,” ucapnya.
Dedi juga menyinggung kekhawatiran masyarakat, soal potensi gangguan jaringan internet jika kabel dipindahkan ke bawah tanah.
Menurutnya, hal tersebut seharusnya dapat diantisipasi dengan pengembangan teknologi yang lebih baik.
“Teknologinya yang harus ditingkatkan,” katanya.(*)
Baca juga: Pemotongan Kabel Udara di Jalan Asia Afrika Ditunda, Farhan Khawatir Ganggu Layanan Publik
| Erwin Ungkap Aktivitasnya Sebelum Terbebas dari Jerat Hukum, Pekan Depan Ngantor Lagi |
|
|---|
| Pesan Perpisahan Bojan Hodak setelah Lengser dari Kursi Pelatih Persib Bandung |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Erwin Bahagia Usai Proses Hukumnya Dihentikan Kejari Bandung |
|
|---|
| Buntut Kasus Suap Dokumen Imigrasi Seret 17 Orang, Aktivitas di Kantor Imigrasi Jabar Mendadak Sepi |
|
|---|
| Gosip Transfer Persib Bandung: Striker Brazil Milik Persib Diisukan Diminati 2 Klub Liga 1 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ganjil-genap-di-ledeng.jpg)