Klarifikasi Dedi Mulyadi Soal Penataan Gedung Sate, Singgung Keberadaan Hotel Pullman
Dedi Mulyadi membeberkan klarifikasi mengenai penataan Gedung Sate yang menelan anggaran Rp15 miliar, singgung keberadaan Hotel Pullman.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Menurut Dedi Mulyadi, selama ini keberadaan hotel mewah di pinggir Gasibu tersebut justru menyalahi aturan.
Pasalnya, kata Dedi, bangunan Hotel Pullman belasan lantai itu tingginya melebihi Gedung Sate.
Dari sisi keamanan, menurutnya demikian Gedung Sate bukan lagi gedung yang aman.
Ia pun mencontohkan hal-hal tak diinginkan jika terjadinya teror mengarah ke Gedung Sate.
“Sniper (Penembak Jitu) ada di Hotel Pullman membidik ke arah Gedung Sate itu sangat mudah, sehingga saya memilih tinggal di rumah saja dari pada di Gadung Sate,” kelakar Dedi Mulyadi.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga mengkritisi tata lewat Gedung Pakuan karena di depannya ada gedung yang lebih tinggi.
Dedi Mulyadi pun merasa heran karena Hotel Pullman dibangun di atas tanah Pemprov Jabar.
Baca juga: Gaji Petugas Kebersihan Masjid Al Jabbar Rp4,7 Juta/Bulan, Dedi Mulyadi Buka-bukaan Rinciannya
Renegosiasi Sewa Hotel Pullman
Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman untuk mengevaluasi aset yang selama ini dikerjasamakan melalui skema sewa dengan pihak swasta.
Satu di antaranya tanah Pemprov Jabar yang disewa Hotel Pullman.
Herman Suryatman mengatakan, aset yang selama ini dikerjasamakan dan disewakan turut membantu pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga, aset yang dikelola Pemda Jabar maupun BUMD Jabar harus optimal.
"Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) minta dievaluasi semua dan dilakukan renegosiasi, agar memberikan nilai tambah yang signifikan," ujar Herma, Rabu (21/1/2026).
Dikatakan Herman, Gubernur pun meminta agar jajaran melakukan penataan aset sekaligus optimalisasi tanpa melanggar aturan yang ada.
"Beliau meminta dilakukan secara profesional dengan mengedepankan asas umum pemerintahan yang baik," katanya.
Herman mengaku strategi melirik aset harus dilakukan di tengah berkurangnya dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pusat.
"Optimasi pengelolaan aset daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan daerah," katanya.
| Warga Bandung Harap Sabar, Dedi Mulyadi Targetkan Kabel Semrawut Beres di 2027 |
|
|---|
| Jual Sapi demi Bonus Persib Bandung Rp 1 Miliar, Dedi Mulyadi Siapkan Rp 2 M jika Maung Juara Lagi |
|
|---|
| Umuh Muchtar Tebar Kode Soal Pemain Asing Baru Persib: Begitu Datang, Bobotoh Pasti Senang |
|
|---|
| Saat Dedi Mulyadi Tanya Bocoran Transfer Persib ke Umuh Muchtar: Kalau Bisa Kontrak Messi, Bagus |
|
|---|
| DPRD Jabar Apresiasi Dedi Mulyadi yang Berikan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dedi-Mulyadi-klarifikasi-soal-penataan-Gedung-Sate.jpg)