Senin, 15 Juni 2026

Klarifikasi Dedi Mulyadi Soal Penataan Gedung Sate, Singgung Keberadaan Hotel Pullman

Dedi Mulyadi membeberkan klarifikasi mengenai penataan Gedung Sate yang menelan anggaran Rp15 miliar, singgung keberadaan Hotel Pullman.

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Istimewa/Youtube Lembur Pakuan
PENATAAN GEDUNG SATE: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat membeberkan klarifikasi soal penataan Gedung Sate dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anggaran Tahun 2027, dikutip (20/4/2026). - Dedi Mulyadi membeberkan klarifikasi mengenai penataan Gedung Sate yang menelan anggaran Rp15 miliar, singgung keberadaan Hotel Pullman. 

Menurut Dedi Mulyadi, selama ini keberadaan hotel mewah di pinggir Gasibu tersebut justru menyalahi aturan.

Pasalnya, kata Dedi, bangunan Hotel Pullman belasan lantai itu tingginya melebihi Gedung Sate.

Dari sisi keamanan, menurutnya demikian Gedung Sate bukan lagi gedung yang aman.

Ia pun mencontohkan hal-hal tak diinginkan jika terjadinya teror mengarah ke Gedung Sate.

“Sniper (Penembak Jitu) ada di Hotel Pullman membidik ke arah Gedung Sate itu sangat mudah, sehingga saya memilih tinggal di rumah saja dari pada di Gadung Sate,” kelakar Dedi Mulyadi.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga mengkritisi tata lewat Gedung Pakuan karena di depannya ada gedung yang lebih tinggi.

Dedi Mulyadi pun merasa heran karena Hotel Pullman dibangun di atas tanah Pemprov Jabar.

Baca juga: Gaji Petugas Kebersihan Masjid Al Jabbar Rp4,7 Juta/Bulan, Dedi Mulyadi Buka-bukaan Rinciannya

Renegosiasi Sewa Hotel Pullman

Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman untuk mengevaluasi aset yang selama ini dikerjasamakan melalui skema sewa dengan pihak swasta. 
 
Satu di antaranya tanah Pemprov Jabar yang disewa Hotel Pullman.

Herman Suryatman mengatakan, aset yang selama ini dikerjasamakan dan disewakan turut membantu pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga, aset yang dikelola Pemda Jabar maupun BUMD Jabar harus optimal. 

"Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) minta dievaluasi semua dan dilakukan renegosiasi, agar memberikan nilai tambah yang signifikan," ujar Herma, Rabu (21/1/2026).

Dikatakan Herman, Gubernur pun meminta agar jajaran melakukan penataan aset sekaligus optimalisasi tanpa melanggar aturan yang ada. 

"Beliau meminta dilakukan secara profesional dengan mengedepankan asas umum pemerintahan yang baik," katanya.

Herman mengaku strategi melirik aset harus dilakukan di tengah berkurangnya dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pusat. 

"Optimasi pengelolaan aset daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan daerah," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved