Penyebab Perceraian Bukan Ekonomi Tapi Ketidak Cocokan, Ummi Oded: Menikah di Usia Terlalu Muda
Ketidakcocokan karena pernikahan dini ,terlalu muda menikah , makanya pemerintah harus memberikan edukasi terkait ketahanan keluarga.
Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID , BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Kota Bandung Siti Muntamah mengatakan penyebab perceraian suami istri yang cukup tinggi ternyata bukan faktor ekonomi.
"Hasil penelitian perceraian di Jawa Barat termasuk di Kota Bandung, penyebab cerai adalah ketidak cocokan pasangan, bukan masalah ekonomi," ujar Ummi Oded sapaan Siti Muntamah.
Menurut Ummi ketidakcocokan karena pernikahan dini ,terlalu muda menikah , makanya pemerintah harus memberikan edukasi terkait ketahanan keluarga.
Ummi mengatakan jika sudah menjadi pasangan suami istri harus saling menghormati, saling menutupi kekurangan karena tidak semua orang bersih pasti ada yang memiliki aib.
"Keluarga itu memiliki delapan fungsi yaitu agama, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, lingkungan, perlindungan dan kasih sayang. Jika fungsi dijalankan maka keutuhan keluarga akan terwujud," ujarnya.
Menurut Ummi, salah satu kokohnya keluarga yaitu intelektual nya terjaga, asupan gizinya baik dan terjaga kualitasnya pendidikan.
"Untuk menjaga keutuhan rumah tangga yaitu paling utama kesehatan mental, perceraian terjadi karena kesehatan mental terganggu, banyak kalangan menengah ke atas perceraian disebabkan ketidak cocokan, bukan masalah ekonomi, " ujarnya.
Ummi mengatakan, perceraian kurang baik untuk anak anak. Sosok orangtua selaku pendidik, pengasuh, pengayom, pelindung serta pemberi rasa bahagia dalam memenuhi hak anak akan mewujudkan keluarga yang utuh dan bahagia.
“Seorang ibu ,selaku lumbung cinta dalam keluarga jangan pernah menyurutkan rasa cinta, kasih sayang terlebih di tengah canggihnya teknologi harus intens berikan perhatian dan mengawasi ,anak anak termasuk berikan perhatian kepada suami,," ujarnya.
Untuk mempertahankan rumah tangga yang utuh, kokoh dan bahagia harus saling memberikan perhatian, saling berikan cinta dan kasih sayang dan sering berkomunikasi seta bertemu .
"Suami istri anak serinh sibuk dengan. Kegiatan masing-masing bahkan walau bertemu sibuk dengan telepon seluĺer. Kondisi seperti itu awal ketidak harmonisan keluarga, " ujar Ummi.
| Arief Sebut Ekonomi Jabar Tumbuh, Tapi Nilai Belum Menyentuh Rakyat Kecil |
|
|---|
| DPRD Jawa Barat Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Berbasis Pemerataan dan Akses Modal |
|
|---|
| Optimalkan Tata Kelola Aset, Komisi I DPRD Jabar Gali Referensi ke BPAD dan BPKAD DKI Jakarta |
|
|---|
| HKTI 2026, Andhika Surya Gumilar: Perkuat Sinergi demi Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani |
|
|---|
| Perempuan Berstatus Kepala Keluarga Meningkat, Siti Muntamah Perlu Dorongan Peran Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/anggota-dprd-jawa-barat-siti-muntamah.jpg)