Selasa, 5 Mei 2026

Sumedang Jadi Percontohan, Tangerang Belajar Sistem Digital Pengelolaan Program MBG

Kabupaten Sumedang mulai dilirik sebagai rujukan nasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Sumedang
PROGRAM MBG - Sekretaris Daerah Sumedang, Tuti Ruswati, saat menerima Pemerintah Kabupaten Tangerang yang datang untuk mempelajari sistem pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang, Senin (4/5/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Sumedang mulai dilirik sebagai rujukan nasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Keberhasilan MBG di Sumedang ditopang oleh integrasi sistem digital yang memungkinkan pemantauan program secara menyeluruh
  • Pengawasan di lapangan juga diperkuat melalui peran Satuan Tugas (Satgas) MBG yang secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kabupaten Sumedang mulai dilirik sebagai rujukan nasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Hal itu terlihat dari kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Tangerang yang datang untuk mempelajari sistem pengelolaan program tersebut, Senin (4/5/2026).

Rombongan diterima Sekretaris Daerah Sumedang, Tuti Ruswati, di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang. 

Dalam pemaparannya, Tuti menjelaskan bahwa keberhasilan MBG di Sumedang ditopang oleh integrasi sistem digital yang memungkinkan pemantauan program secara menyeluruh.

Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah platform berbasis web yang digunakan untuk memantau pelaksanaan program secara real time. 

Melalui sistem tersebut, aktivitas mulai dari pengunggahan menu hingga laporan harian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah dapat dipantau secara terpusat.

“Platform ini memastikan transparansi dan akuntabilitas program. Saat ini terdapat 144 SPPG di Sumedang, dengan tantangan utama menjaga konsistensi pelaporan harian,” ujar Tuti dalam siaran yang dikutip Selasa. 

Ia menambahkan, pengawasan di lapangan juga diperkuat melalui peran Satuan Tugas (Satgas) MBG yang secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi.

Pengawasan mencakup berbagai aspek, mulai dari keamanan pangan, kebersihan, kandungan gizi, hingga kualitas bahan baku dan distribusi makanan kepada siswa.

Menurut Tuti, sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan SPPG menjadi faktor kunci keberhasilan program.

Dukungan teknologi dinilai mampu memperkuat sistem pengawasan sekaligus memastikan program berjalan sesuai standar.

“Kolaborasi dan pengawasan yang konsisten membuat program ini lebih terukur dan berkelanjutan,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved