Selasa, 5 Mei 2026

LKC Dompet Dhuafa Jabar dan Pemkot Sukabumi Gelar Program Kawasan Sehat di Karang Tengah

LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengembangkan Program Kawasan Sehat

Tayang:
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/dian H
KAWASAN SEHAT - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengembangkan Program Kawasan Sehat di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi. 
Ringkasan Berita:
  • Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengembangkan Program Kawasan Sehat di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi
  • Program Kawasan Sehat Karang Tengah tidak hanya berfokus pada layanan kuratif, tetapi juga mengedepankan upaya promotif dan preventif serta mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Laporan Kontributor Tribunjabar.id,Dian Herdiansyah
 
 TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengembangkan Program Kawasan Sehat di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi.

Kegiatan tersebut digelar pada Selasa (5/5/2026) di RW 05 sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan kesehatan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Program Kawasan Sehat Karang Tengah tidak hanya berfokus pada layanan kuratif, tetapi juga mengedepankan upaya promotif dan preventif serta mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Sejak diresmikan pada November 2024, program ini telah mencatat 3.711 layanan kesehatan dan menjangkau 794 penerima manfaat individu.

Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, Ismail A. Said, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari pendampingan yang dilakukan secara konsisten.

“Dari 50 ibu hamil dengan permasalahan gizi, sebanyak 25 telah mengalami perbaikan. Ini bukan sekadar angka, tetapi langkah konkret dalam menurunkan risiko kematian ibu serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi yang akan datang,” ujarnya.

Ia menambahkan, intervensi terhadap kelompok baduta juga menunjukkan hasil positif, di mana sebanyak 46 balita berhasil mencapai status gizi normal.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kader kesehatan, puskesmas, pemerintah wilayah, hingga masyarakat.

“Dari Kelurahan Karang Tengah, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari wilayah kecil dan berpotensi direplikasi di daerah lain,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengapresiasi program tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Program ini berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara komprehensif, tidak hanya melalui pelayanan kuratif, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” kata Ayep.

Ia menambahkan, program ini juga mendukung penanganan stunting, tuberkulosis, serta peningkatan sanitasi dan lingkungan sehat di Kota Sukabumi.

“Pendayagunaan dana zakat melalui Dompet Dhuafa menjadi bukti nyata bahwa kontribusi masyarakat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan warga,” ucapnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen untuk terus memperkuat dukungan melalui kebijakan dan kolaborasi lintas sektor agar program serupa dapat berkembang secara berkelanjutan dan diterapkan di wilayah lainnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved