Waspada Virus Nipah, Begini Cara Aman Konsumsi Buah dan Daging
Memasak daging hingga matang merupakan langkah paling efektif untuk menjaga keamanan pangan yang akan dikonsumsi.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
“Virus Nipah akan mati kalau dimasak. Jadi daging harus dimasak dengan benar. Ini prinsip umum keamanan pangan,” katanya.
Menjawab pertanyaan masyarakat terkait penggunaan sabun khusus pencuci buah dan makanan (food grade), Prof. Dominicus menyebutkan bahwa penggunaan produk tersebut diperbolehkan, terutama jika tersedia.
“Kalau bisa membeli, nggak apa-apa. Secara umum memang lebih bersih,” ujarnya.
Namun, ia menekankan bahwa penggunaan sabun khusus bukanlah keharusan mutlak, terutama di daerah pedesaan yang aksesnya terbatas.
Baca juga: Cirebon Waspada Virus Super Flu, Masyarakat Diminta Jangan Lengah, Perhatikan Gejalanya
“Di kampung atau desa, yang paling sederhana dan paling mungkin dilakukan adalah mencuci dengan air bersih mengalir dan sabun,” tambahnya.
Terkait penggunaan air garam, Prof. Dominicus menyebutkan bahwa air garam memang memiliki sifat desinfeksi dalam beberapa kondisi, meski belum ada data khusus mengenai efektivitasnya terhadap virus Nipah.
“Kita tidak punya data spesifik soal efek air garam terhadap virus ini. Tapi kalau buah disikat, dicuci bersih, lalu direndam air garam, itu tidak apa-apa,” jelasnya.
Prof. Dominicus kembali menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan, namun harus disiplin dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih dan aman, terutama dalam mengolah makanan.
“Kita tidak bisa mengendalikan semuanya, tapi kita bisa mengurangi risiko dengan perilaku sederhana, cuci bersih, kupas, dan masak sampai matang,” tutupnya.
Langkah-langkah dasar ini, menurutnya, tidak hanya penting untuk mencegah virus Nipah, tetapi juga berbagai penyakit menular lain yang bersumber dari makanan dan hewan.
| Harga Naik Bikin Pedagang Sapi di Pasar Kosambi Bandung Mogok Jualan, Pengamat: Ada Faktor Spekulasi |
|
|---|
| Pedagang Daging Sapi di Pasar Ciroyom Bandung Tahan Stok demi Kompak Mogok |
|
|---|
| Mogok Pedagang Daging Sapi di Bandung Tak Kompak! Pasar Andir Tetap Buka, Harga Tembus Rp140 Ribu |
|
|---|
| Selain Kosambi, Pedagang Daging Sapi di Tiga Pasar Kota Bandung juga Mogok Berjualan |
|
|---|
| Pedagang Sapi Mogok Massal, Walkot Bandung Farhan Langsung Intervensi Importir Guna Tekan Inflasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/DAGING-SAPI-PANGGANG-ALA-KOREA.jpg)