Cirebon Waspada Virus Super Flu, Masyarakat Diminta Jangan Lengah, Perhatikan Gejalanya
Dinas Kesehatan setempat mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada terhadap potensi penularan virus super flu
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Belum ditemukan kasus super flu Influenza A (H3N2) subclade K di Kabupaten Cirebon
- Masyarakat diminta agar tidak lengah dan tetap waspada terhadap potensi penularan virus yang disebut lebih cepat menyebar tersebut
- gejala Influenza A subclade K menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk dan pilek
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Saat varian baru super flu Influenza A (H3N2) subclade K dilaporkan menyebar di sejumlah negara dunia, kewaspadaan mulai ditingkatkan di daerah.
Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Kabupaten Cirebon, Dinas Kesehatan setempat mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada terhadap potensi penularan virus yang disebut lebih cepat menyebar tersebut.
Ketua Kerja Bidang Surveilans dan Imunisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Dede Kurniawan memastikan, hingga saat ini belum ada laporan kasus super flu di wilayah Kabupaten Cirebon.
Baca juga: Virus Super Flu Terdeteksi di Jabar, Dinkes Kota Bandung Ambil Sampel Pasien Influenza
“Untuk Kabupaten Cirebon sampai saat ini belum ada laporan kasus influenza A subclade K,” ujar Dede saat diwawancarai media, Selasa (20/1/2026).
Meski demikian, Dede menegaskan pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus tersebut, seiring dengan laporan penyebaran di sejumlah negara.
“Pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi super flu, meskipun belum ada temuan kasus di Kabupaten Cirebon,” ucapnya.
Tingkat Penularan Lebih Cepat
Ia menjelaskan, Influenza A subclade K merupakan varian baru dari virus Influenza A H3N2 yang memiliki tingkat penularan relatif cepat dibandingkan influenza pada umumnya.
"Influenza A subclade K ini merupakan varian baru dari H3N2, dengan tingkat penularan yang relatif cepat,” jelas dia.
Menurut dia, varian tersebut telah dilaporkan menyebar di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Jepang, sehingga menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan di berbagai daerah.
"Varian ini sudah dilaporkan menyebar di sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kabupaten Cirebon terus memperkuat surveilans dan pemantauan penyakit menular, serta mengintensifkan koordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit.
Baca juga: Ternyata Cegah Super Flu Sangat Sederhana, Dinkes Jabar Sebut Pentingnya PHBS
“Kami melakukan penguatan surveilans dan pemantauan penyakit menular, termasuk mengintensifkan koordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit agar sistem pelaporan berjalan optimal,” ujarnya.
Terapkan Perilaku Bersih
Selain penguatan di fasilitas kesehatan, Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam aktivitas sehari-hari.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Dede.
| Warga Astanajapura Cirebon Serbu Kantor Kecamatan Protes Jalan Rusak, Ancam Aksi Jilid II |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Siapkan Pelataran Caruban dan Penataan Empat Keraton demi Hidupkan Ruh Kota Cirebon |
|
|---|
| ''Bukan untuk Merumahkan,'' Guru Honorer di Cirebon Diminta Tak Resah soal SE Kemendikdasmen |
|
|---|
| Serangan Nyamuk Bikin Warga Bandung Barat Bentol-bentol, Populasi Meledak Diduga karena Eceng Gondok |
|
|---|
| Cirebon Siaga Jelang Persija vs Persib, Polisi Siap Tegas Bubarkan Nobar dan Konvoi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ILUSTRASI-FLU-sa.jpg)