Rabu, 13 Mei 2026

Waspada, Virus Super Flu Sudah Terdeteksi di Jabar, Cek Daftar Gejalanya

Dari data Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), virus super flu tersebut sudah ditemukan di Jawa Barat.

Tayang:
Canva
ILUSTRASI FLU - Virus super flu subclade K dikabarkan sudah ditemukan dan menyebar di Indonesia. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Virus super flu subclade K dikabarkan sudah ditemukan dan menyebar di Indonesia.

Virus super flu Subclade K merupakan varian baru virus influenza A subtipe H3N2. Virus ini secara genetik merupakan cabang evolusioner dari flu musiman biasa.

Varian flu ini disebut lebih cepat menyebar dan menyebabkan gejala yang lebih berat.

Baca juga: Waspada Flu H3N2 Mengancam Indonesia, Lama Rawat Inap Bisa 10 Hari: Awalnya Menyerang Babi

Dari data Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), virus super flu tersebut sudah ditemukan di Jawa Barat.

Hal tersebut diungkap Direktur Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine.

"Kasus-kasus itu tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat," ujarnya, ditulis pada Kamis (1/1/2025).

Meski sudah ditemukan di sejumlah provinsi di Indonesia, Prima memastikan influenza A(H3N2) subclade K tersebut masih dalam situasi terkendali.

Hingga akhir Desember 2025, tercatat ada 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS.

Varian yang terdeteksi tersebut telah dikenal dan bersikulasi secara global. Varian-varian tersebut dalam sistem surveilans WHO.

Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir. 

Baca juga: Gelombang Flu Landa Asia, WHO Soroti Dominasi Influenza A H3N2 Penyebab Lonjakan Kasus di Indonesia

"Situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya," ujar dia.

Secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin. 

Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved