ULBI Gelar Global Supply Chain Summer Camp 2026, Bahas Rantai Pasok Perikanan Indonesia
ULBI menggelar kegiatan Global Supply Chain Summer Camp 2026, menghadirkan peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara.
“Indonesia memiliki banyak komoditas dan isu supply chain yang beragam. Tahun-tahun mendatang temanya bisa berbeda sesuai kebutuhan dan perkembangan yang sedang menjadi perhatian,” katanya.
Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jejaring internasional bagi mahasiswa maupun institusi.
Menurut Nyoman, hubungan kerja sama yang terjalin dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri membuka peluang pertukaran mahasiswa dan kolaborasi akademik.
“Mahasiswa kami juga membutuhkan kesempatan untuk belajar dan berkunjung ke luar negeri. Saat ini ada empat mahasiswa ULBI yang sedang mengikuti kegiatan di Bangkok. Sebaliknya, peserta dari Bangkok juga datang ke sini. Ini adalah peluang yang sangat baik untuk mengembangkan internasionalisasi kampus,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Malaysia, Head of Program Logistics and International Shipping Faculty of Science Universitas Tunku Abdul Rahman (UTAR), Mohd Azam Bin Din, menilai kegiatan yang digagas ULBI memberikan pengalaman berharga bagi peserta internasional untuk memahami rantai pasok sektor perikanan Indonesia secara langsung.
Dia mengaku terkesan setelah mengunjungi Pelabuhan Perikanan di Muara Baru, Jakarta Utara, yang merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.
“Dari kunjungan kemarin, saya melihat Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar, terutama ikan laut. Sebagai orang Malaysia, ini pertama kali saya melihat tuna dalam skala sebesar itu. Pengalaman ini sangat menarik karena kami dapat melihat langsung sumber daya, sistem, dan alur logistik yang mendukung industri perikanan Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Azam, pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran penting bagi Malaysia dalam memahami pengelolaan logistik sektor perikanan.
Ia juga menilai kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga memperkuat hubungan antarmahasiswa dan institusi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
“Saya mengucapkan selamat kepada ULBI atas penyelenggaraan kegiatan ini. Program ini sangat menarik, baik dari sisi logistik maupun hubungan akademik antara para peserta. Informasi dan hasil yang kami dapatkan di sini akan menjadi bahan diskusi lebih lanjut di Malaysia,” katanya.
Melalui kegiatan Focus Group Discussion yang menjadi bagian dari rangkaian acara, UTAR dan ULBI juga berkomitmen memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan jaringan mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan logistik dan rantai pasok sektor perikanan.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama internasional sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang logistik di kawasan Asia Tenggara.
| PLN IP UBP JPR Sambut Hangat Kunjungan Tim Verifikator Kementerian Kelautan dan Perikanan |
|
|---|
| Momen Iduladha 2026 di Bandung Barat, Ditemukan 1.256 Hewan Tak Layak Kurban |
|
|---|
| Jelang Iduladha, Ratusan Hewan Kurban di Sumedang Mulai Diperiksa |
|
|---|
| Produksi Perikanan Indramayu Terancam Terjun Bebas Imbas Harga Solar Nonsubsidi Naik |
|
|---|
| Menjelang Iduladha 2026, Bandung Barat Siapkan 61 Petugas Periksa Kesehatan Hewan Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Universitas-Logistik-dan-Bisnis-Internasional-ULBI-menggelar-kegiatan-Global-Supply-Chain.jpg)