Jelang Iduladha, Ratusan Hewan Kurban di Sumedang Mulai Diperiksa
UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Sumedang Kota mulai mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban jelang Idul Adha
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Sumedang Kota mulai mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban
- Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, aman dikonsumsi, dan memenuhi syarat kurban sesuai ketentuan syariat.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Sumedang Kota mulai mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah wilayah.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat, aman dikonsumsi, dan memenuhi syarat kurban sesuai ketentuan syariat.
Kepala UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Sumedang Kota, Siti Mulyani, mengatakan pemeriksaan tahap awal telah dilakukan di Kecamatan Sumedang Utara dan Sumedang Selatan.
“Kegiatan ini untuk memastikan ketersediaan pasokan hewan kurban sekaligus mengecek langsung kondisi kesehatannya di lapangan,” kata Siti, Senin (18/5/2026).
Selain memeriksa kondisi fisik hewan, petugas juga mendata jumlah ternak siap kurban yang tersebar di wilayah kerja UPTD Sumedang Kota.
Berdasarkan data sementara hingga 16 Mei 2026, tercatat sebanyak 186 ekor sapi dan 20 ekor domba tersedia di wilayah Sumedang Kota. Sementara di wilayah Sumedang Selatan terdapat 42 ekor sapi dan 129 ekor domba.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena proses pendataan dan pemeriksaan terus dilakukan hingga mendekati Iduladha.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kondisi hewan kurban di wilayah Sumedang relatif aman dan belum ditemukan indikasi penyakit menular. Namun, petugas masih menemukan beberapa ternak yang belum memenuhi syarat usia untuk dijadikan hewan kurban.
“Secara umum kondisi hewan aman, tetapi masih ditemukan beberapa ternak yang usianya belum cukup sesuai ketentuan syariat,” ujarnya.
Menurut Siti, pihaknya juga memberikan edukasi kepada peternak, pengepul, dan pedagang terkait pentingnya dokumen kesehatan hewan, khususnya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
“Pemahaman terkait dokumen kesehatan hewan sangat penting, terutama untuk lalu lintas ternak antar kabupaten maupun antar provinsi,” katanya.
Ia menjelaskan, pengiriman ternak antar kecamatan cukup menggunakan Berita Acara Pemeriksaan Kesehatan Hewan (BAPH) dari petugas medik veteriner. Sedangkan pengiriman antar kabupaten atau provinsi wajib dilengkapi SKKH.
UPTD Perikanan dan Peternakan Sumedang memastikan pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan hingga mendekati hari pelaksanaan Iduladha.
“Pendataan dan pemeriksaan akan terus kami lakukan sampai menjelang hari H agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat, aman, dan layak konsumsi,” pungkasnya.
| Tetapkan 1 Zulhijah 1447 H Jatuh Pada 18 Mei 2026, Kanwil Kemenag Jabar Pantau Hilal di 5 Titik |
|
|---|
| KDM Sebut Milangkala Tatar Sunda Dongkrak Ekonomi dan Bangkitkan Spirit Warga Jabar |
|
|---|
| Bahas Aset Tirta Medal hingga Cadangan Pangan, Kemenkum Jabar Kawal Raperda Sumedang |
|
|---|
| KDM Didampingi Bupati Dony Kembalikan Mahkota Binokasih ke Karaton Sumedang Larang |
|
|---|
| Sekda Sumedang Temukan Sejumlah Catatan Saat Sidak Dua SPPG di Ujungjaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Petugas-Dinas-Perikanan-dan-Peternakan-Kabupaten-Sumedang-saat-memeriksan.jpg)