Rabu, 10 Juni 2026

Lebih dari 64 Ribu Peserta Ikuti UM PTKIN 2026, Jawa Barat Catat Pendaftar Paling Tinggi

Seleksi nasional UM PTKIN 2026 yang diikuti 64.479 peserta menunjukkan peningkatan peminat yang signifikan dengan Jawa Barat pendaftar terbanyak.

Tayang:
Tribun Jabar
Tangkapan layar Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) 2026 

Ringkasan Berita:
  • Seleksi nasional UM PTKIN 2026 yang diikuti 64.479 peserta secara serentak menunjukkan peningkatan peminat yang signifikan dengan Jawa Barat sebagai pendaftar terbanyak. 
  • Ujian berbasis digital tahun ini dinilai semakin inklusif karena turut diikuti oleh puluhan peserta difabel, lintas agama, hingga mahasiswa asing. 
  • Kementerian Agama mengapresiasi inovasi kepanitiaan dan kesiapan layanan teknologi di setiap kampus.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seleksi nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) 2026 tak hanya menjadi pintu masuk bagi calon mahasiswa muslim. 

Tahun ini, ujian yang berlangsung serentak pada 8–14 Juni 2026 itu juga diikuti puluhan peserta difabel, peserta lintas agama, bahkan mahasiswa asing.

Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN, Prof. Abd. Aziz, mengatakan UM PTKIN 2026 mencerminkan semakin terbukanya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai ruang belajar yang inklusif bagi berbagai kalangan.

“Tahun ini, UM PTKIN diikuti oleh 43 peserta difabel dengan rincian 11 siswa tunanetra, 8 tunarungu, 7 tunadaksa, dan 17 tunagrahita. Kami memastikan seluruh titik lokasi ujian memberikan fasilitas terbaik dan akses yang ramah bagi mereka,” ujar Abd. Aziz saat pembukaan seleksi nasional UM PTKIN 2026 secara virtual, Senin (8/6/2026).

Seleksi UM PTKIN tahun ini digelar secara serentak di 59 lokasi di seluruh Indonesia.

Dari total 64.479 peserta yang terdaftar, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni mencapai 9.245 orang. 

Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 8.971 pendaftar, Jawa Tengah sebanyak 7.440 pendaftar, Aceh 4.083 pendaftar, serta Sumatra Utara dengan 3.956 pendaftar.

Abd. Aziz menuturkan, tingginya partisipasi peserta difabel menunjukkan bahwa PTKIN semakin dipandang sebagai institusi pendidikan yang aman dan setara bagi kelompok disabilitas.

Tak hanya itu, keterbukaan PTKIN juga terlihat dari keikutsertaan peserta dari berbagai latar belakang keyakinan.

“Tercatat ada 20 peserta nonmuslim yang mengikuti ujian tahun ini, meliputi 17 pendaftar beragama Kristen, dua Katolik, dan satu dari aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Menurutnya, fakta tersebut menjadi bukti bahwa PTKIN tidak hanya diperuntukkan bagi satu kelompok tertentu, melainkan terbuka bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

“Pada pergelaran tahun ini, kami juga bangga karena terdapat mahasiswa asing, salah satunya dari Papua Nugini, yang ikut ambil bagian dalam seleksi UM PTKIN untuk menempuh studi di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Amin Suyitno, mengapresiasi kinerja panitia pelaksana UM PTKIN 2026. Ia menilai penyelenggaraan tahun ini menunjukkan perkembangan positif, terutama dari sisi jumlah peminat.

“Kita patut bersyukur karena jumlah pendaftar dan angka registrasi tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Ada banyak inovasi serta metode baru yang kita munculkan pada proses pendaftaran tahun ini,” kata Amin.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved