Cirebon Mulai Terasa Kering, Dinas Pertanian 'Gaspol' Siagakan Pompa dan Benih Tahan Kemarau
Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menyiagakan pompa air dan mempercepat masa tanam untuk antisipasi gagal panen akibat musim kemarau 2026.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ancaman musim kemarau mulai terasa di Kabupaten Cirebon.
Dinas Pertanian (Distan) pun tak tinggal diam.
Berbagai langkah cepat langsung 'digaspol', mulai dari menyiagakan pompa air, mempercepat masa tanam, hingga mendorong petani menggunakan benih padi tahan kekeringan demi mencegah ancaman gagal panen.
Sub Koordinator Produksi Tanaman Pangan Distan Kabupaten Cirebon, Iwan Mulyawan mengatakan, upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dini agar dampak musim kering tidak mengganggu produktivitas pertanian.
“Langkah tersebut kami lakukan sebagai upaya pencegahan agar kekeringan tidak sampai mengganggu produktivitas pertanian,” ujar Iwan, saat berbincang dengan media, Sabtu (2/5/2026).
Ia menjelaskan, strategi awal yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Dinas PUTR, BBWS dan PSDAP, terutama dalam hal distribusi serta ketersediaan air.
Baca juga: Purwakarta Siaga Darurat Kemarau Panjang Mei 2026! Daerah Utara Jadi Prioritas, Air Bersih Disiapkan
“Antisipasi pertama kami berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas PUTR, BBWS, dan PSDAP terkait distribusi air serta ketersediaan air,” ucapnya.
Menurut Iwan, koordinasi tersebut menjadi kunci penting untuk memastikan suplai air irigasi tetap aman, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau.
Selain itu, Distan juga menyiapkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan), terutama pompa air, baik bantuan pemerintah maupun swadaya masyarakat.
Pompa-pompa ini disiagakan agar bisa langsung digunakan ketika debit air mulai menurun.
“Kesiapan pompa menjadi salah satu langkah cepat untuk membantu petani menjaga pasokan air ke lahan sawah ketika debit air mulai menurun,” jelas dia.
Tak hanya mengandalkan sarana, Distan juga mendorong petani untuk mempercepat masa tanam.
Langkah ini dinilai penting agar tanaman padi sudah memasuki fase pertumbuhan kuat sebelum puncak kemarau datang.
“Harapannya ketika musim kemarau datang, tanaman sudah besar dan bisa lebih terselamatkan sehingga risiko gagal panen dapat ditekan,” katanya.
Selain percepatan tanam, petani juga diimbau menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kering, seperti Situ Bagendit dan padi gogo varietas Inpago 1 hingga Inpago 13.
| Banjir Bandang di Cipeteuy Sukabumi Rusak 4,38 Hektare Sawah, Petani Hadapi Gagal Panen |
|
|---|
| Petani Korban Longsor Cisarua Mencoba Bangkit, Mulai Tanam Selada dan Tomat, Sempat Gagal Panen |
|
|---|
| Banjir Pangandaran Ganggu Ratusan Hektare Padi, Warga Paledah dan Maruyungsari Khawatir Gagal Panen |
|
|---|
| Banjir Pangandaran: Petani Terpaksa Panen Dini, Petik Padi yang Masih Hijau Pakai Perahu |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Mengancam, Untungnya Stok Beras di Bandung Aman sampai 6 Bulan ke Depan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kemarau-cirebon-25.jpg)