Mentan Sidak Gudang Beras di Karawang: Stok Beras Capai Rekor Nasional
“Per pukul 08.55 WIB, stok beras Indonesia sudah 5.198.000 ton. Ini rekor sepanjang sejarah,” kata Andi Amran Sulaiman.
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Ringkasan Berita:
- Stok beras nasional disebut mencapai 5,198 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
- Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, sidak di gudang beras di Kabupaten Karawang.
- Pemerintah telah mengamankan gudang sewaan dengan kapasitas 2 juta ton yang telah terisi penuh.
TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyebut stok beras nasional saat ini menembus 5,198 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Amran melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Gudang Beras Kawasan Pergudangan Genesis, Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).
“Per pukul 08.55 WIB, stok beras Indonesia sudah 5.198.000 ton. Ini rekor sepanjang sejarah,” katanya.
Ia menyebut capaian tersebut tidak lepas dari kerja kolaboratif berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, Perum Bulog, hingga unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan dukungan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Andi Amran Sulaiman juga meninjau langsung kondisi gudang penyimpanan beras di Kabupaten Karawang.
Dari total kapasitas 102 ribu ton, telah terisi sekitar 80 ribu ton dan diperkirakan akan penuh dalam waktu dekat.
Baca juga: Beras Melimpah Ruah Tapi Dijual di Atas HET, AEPI Nilai Janggal: Ada Persoalan Tata Niaga
Secara nasional, pemerintah telah mengamankan gudang sewaan dengan kapasitas 2 juta ton yang telah terisi penuh.
Sebagai langkah antisipasi, tambahan kapasitas sekitar 1 juta ton kembali disiapkan.
“Produksi naik, serapan berjalan baik, dan gudang terus kita siapkan. Ini bagian dari penguatan sistem pangan nasional,” ujar Andi Amran Sulaiman.
Mentan menegaskan melimpahnya stok beras menjadi sinyal positif ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan global, termasuk perubahan iklim.
Ia juga menekankan transparansi dengan membuka akses bagi publik dan media untuk mengecek langsung ke lapangan.
“Data ini bisa dicek langsung di gudang. Semua berbasis fakta karena menyangkut kebijakan besar negara,” kata dia.
Pemerintah pun optimistis, dengan stok yang ada saat ini, stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasar akan tetap terjaga.
| Zulfa Azkia Ungkap Alasan Bertahan Guru Honorer di Tasikmalaya Meski Gaji Kecil |
|
|---|
| Konsultasi Publik KKPRL di Bandung, Dorong Perbaikan Layanan Perizinan yang Transparan |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Cigugur Pangandaran |
|
|---|
| 3 Bulan Ngajar Tanpa Gaji, Guru Honorer Ineu Rizki: Perasaan Saya Campur Aduk |
|
|---|
| Babak Baru Kasus Korupsi PJU dan Retribusi Parkir di Sumedang, Ada 2 Tersangka Lain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Andi-Amran-Sulaiman-melakukan-inspeksi-mendadak-sidak-di-Gudang-Beras.jpg)