Beras Melimpah Ruah Tapi Dijual di Atas HET, AEPI Nilai Janggal: Ada Persoalan Tata Niaga
Fenomena kenaikan harga beras sedang terjadi di tengah kondisi panen raya dan melimpahnya stok.
Penulis: Nappisah | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- Fenomena kenaikan harga beras sedang terjadi di tengah kondisi panen raya dan melimpahnya stok
- Pengamat menilai situasi ini tidak lazim dan menunjukkan adanya persoalan dalam tata niaga beras nasional
- Kenaikan ini kembali menyumbang inflasi, meski dalam angka relatif kecil
- Berdasarkan proyeksi BPS, produksi beras pada Maret 2026 mencapai 5,21 juta ton dengan surplus sekitar 2,62 juta ton setelah dikurangi konsumsi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Fenomena kenaikan harga beras sedang terjadi di tengah kondisi panen raya dan melimpahnya stok.
Hal ini disorot pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI), Khudori.
Khudori menilai situasi ini tidak lazim dan menunjukkan adanya persoalan dalam tata niaga beras nasional.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 April 2026, harga beras di semua lini mengalami kenaikan.
Di tingkat penggilingan, harga naik dari Rp13.543 per kg pada Februari menjadi Rp13.617 per kg di Maret 2026.
Sementara di tingkat grosir, harga meningkat dari Rp14.282 menjadi Rp14.419 per kg, sementara di eceran naik dari Rp15.099 menjadi Rp15.197 per kg.
Kenaikan ini kembali menyumbang inflasi, meski dalam angka relatif kecil.
Baca juga: Persentase Juara Persib 55 Persen, Borneo FC dan Persija Tergantung Langkah Pangeran BIru
"Kondisi ini janggal karena terjadi saat produksi melimpah," ucapnya.
Berdasarkan proyeksi BPS, produksi beras pada Maret 2026 mencapai 5,21 juta ton dengan surplus sekitar 2,62 juta ton setelah dikurangi konsumsi.
“Ketika produksi melimpah, harga biasanya turun,” katanya.
Selain itu, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG juga dalam jumlah besar, mencapai 4,3 juta ton. Namun, harga beras justru tetap tinggi.
“Ada paradoks, stok CBP melimpah kok harga beras malah naik atau tetap tinggi?” ucapnya.
Khudori menambahkan, fenomena lain yang luput dari perhatian adalah harga beras di zona II dan III yang mayoritas berada di atas harga eceran tertinggi (HET).
Kondisi ini disebut sudah berlangsung selama berbulan-bulan.
| 5 Bansos Cair Bulan April 2026 Termasuk PKH BPNT Tahap 2, Cek Penerimanya |
|
|---|
| Detik-detik Elis Selamat dari Kanopi Ambruk di Pasar Sehat Soreang, Sempat Lihat Korban Tertimpa |
|
|---|
| Pemkab Sumedang Salurkan Beras Cadangan Pangan ke 36 Desa Rawan Pangan |
|
|---|
| Kendalikan Harga Pangan, Bupati Lucky Hakim Pastikan Penyaluran Bantuan Bulog Tepat Sasaran |
|
|---|
| Warga Serbu Gerakan Pangan Murah Polres Sukabumi, Sembako hingga Daging Ludes dalam 2 jam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ketersediaan-beras-menjelang-natal-2025-dan-tahun-baru-2026-di-Perum-Bulog-Jabar.jpg)