Kamis, 21 Mei 2026

Majalengka Terbagi Dua Dalam Hal Kebencanaan, Selatan Rawan Longsor dan Utara Kerap Banjir

Wilayah Majalengka, Jawa Barat, sudah memiliki pola soal jenis kebencanaan. Wilayah utara kebagian banjir, dan selatan biasanya tanah longsor.

Tayang:
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Adim Mugni Mubaroq
BENCANA ALAM - Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, mengungkap wilayah Majalengka memiliki dua jenis bencana alam yang sudah berpola sejak tahun-tahun sebelumnya. 
Ringkasan Berita:
  • Wilayah Majalengka terbaik menjadi dua dalam hal kebencanaan.
  • Wilayah selatan biasanya rawan longsor dan utara rawan banjir.
  • Daerah selatan meliputi Cikijing, Lemahsugih, Malausma, Bantarujeg, Cingambul, dan Talaga.
  • Daerah utara yaitu Kertajati, Jatitujuh, Ligung, Jatiwangi, Kasokandel, dan Dawuan.
 

 

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Wilayah Majalengka, Jawa Barat, sudah memiliki pola soal jenis kebencanaan. Wilayah utara kebagian banjir, dan selatan biasanya tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, Agus Tamim, menyampaikan hal itu usai Apel Siaga Bencana di Polres Majalengka, Rabu (5/11/2025).

“Wilayah selatan umumnya rawan longsor, sedangkan wilayah utara rawan banjir. Ini pola yang sudah terjadi bertahun-tahun,” ujar Agus, Rabu.

Daerah selatan seperti Cikijing, Lemahsugih, Malausma, Bantarujeg, Cingambul, dan Talaga berisiko tinggi mengalami tanah longsor setiap musim hujan. Sedangkan daerah utara, meliputi Kertajati, Jatitujuh, Ligung, Jatiwangi, Kasokandel, dan Dawuan, kerap mengalami banjir tahunan akibat meluapnya sungai dan saluran irigasi.

Baca juga: Pemkab Majalengka Akan Kaji Usulan Dedi Mulyadi Agar ASN WFH Saja

Agus menambahkan, masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi.

“Kami minta agar masyarakat tidak menebang pohon sembarangan, tidak membuang sampah ke sungai, dan segera melapor bila ada tanda-tanda tanah bergerak atau air meluap,” katanya.

Pemetaan wilayah rawan ini juga menjadi dasar bagi BPBD untuk menentukan prioritas penempatan logistik dan personel. 

Baca juga: Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor Terjang Dua Lokasi di Majalengka

“Dengan peta ini, kami bisa bergerak cepat jika terjadi bencana,” ujarnya.

BPBD berharap, kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat bisa memperkuat kesiapsiagaan di lapangan. 

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, semua pihak harus terlibat,” ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved