Majalengka Terbagi Dua Dalam Hal Kebencanaan, Selatan Rawan Longsor dan Utara Kerap Banjir
Wilayah Majalengka, Jawa Barat, sudah memiliki pola soal jenis kebencanaan. Wilayah utara kebagian banjir, dan selatan biasanya tanah longsor.
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: Giri
Ringkasan Berita:
- Wilayah Majalengka terbaik menjadi dua dalam hal kebencanaan.
- Wilayah selatan biasanya rawan longsor dan utara rawan banjir.
- Daerah selatan meliputi Cikijing, Lemahsugih, Malausma, Bantarujeg, Cingambul, dan Talaga.
- Daerah utara yaitu Kertajati, Jatitujuh, Ligung, Jatiwangi, Kasokandel, dan Dawuan.
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Wilayah Majalengka, Jawa Barat, sudah memiliki pola soal jenis kebencanaan. Wilayah utara kebagian banjir, dan selatan biasanya tanah longsor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, Agus Tamim, menyampaikan hal itu usai Apel Siaga Bencana di Polres Majalengka, Rabu (5/11/2025).
“Wilayah selatan umumnya rawan longsor, sedangkan wilayah utara rawan banjir. Ini pola yang sudah terjadi bertahun-tahun,” ujar Agus, Rabu.
Daerah selatan seperti Cikijing, Lemahsugih, Malausma, Bantarujeg, Cingambul, dan Talaga berisiko tinggi mengalami tanah longsor setiap musim hujan. Sedangkan daerah utara, meliputi Kertajati, Jatitujuh, Ligung, Jatiwangi, Kasokandel, dan Dawuan, kerap mengalami banjir tahunan akibat meluapnya sungai dan saluran irigasi.
Baca juga: Pemkab Majalengka Akan Kaji Usulan Dedi Mulyadi Agar ASN WFH Saja
Agus menambahkan, masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi.
“Kami minta agar masyarakat tidak menebang pohon sembarangan, tidak membuang sampah ke sungai, dan segera melapor bila ada tanda-tanda tanah bergerak atau air meluap,” katanya.
Pemetaan wilayah rawan ini juga menjadi dasar bagi BPBD untuk menentukan prioritas penempatan logistik dan personel.
Baca juga: Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor Terjang Dua Lokasi di Majalengka
“Dengan peta ini, kami bisa bergerak cepat jika terjadi bencana,” ujarnya.
BPBD berharap, kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat bisa memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri, semua pihak harus terlibat,” ucapnya. (*)
| Presiden Restui Bandara Kertajati Jadi Episentrum MRO Hercules: Pusat Bengkel Hercules di Asia |
|
|---|
| Kursi Kosong di Rapat Paripurna Bahas Raperda Penting di Majalengka, Belasan Anggota DPRD Absen |
|
|---|
| Modus Periksa Kesehatan Gratis, Komplotan Nakes Gadungan Menggasak Emas Pensiunan ASN Majalengka |
|
|---|
| Bahaya Narkoba Cair yang Diproduksi IRT di Majalengka: dari Picu Halusinasi hingga Kejang |
|
|---|
| Nekat Bisnis Produksi dan Jual Barang Haram, Perempuan di Majalengka Terancam Hukuman Mati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kepala-Pelaksana-BPBD-Majalengka-Agus-Tamim.jpg)