Kamis, 21 Mei 2026

Dari Cikampek ke Tanjungpriok, Semangat Mama Preneur Menjemput Harapan

Ibu-ibu dari Cikampek antusias mengikuti pelatihan tata boga Pupuk Kujang bersama Bogasari untuk menambah keterampilan dan peluang usaha.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Arief Permadi
Dokumentasi Bogasari
Ibu-ibu dari sejumlah desa di Cikampek antusias mengikuti pelatihan tata boga Pupuk Kujang bersama Bogasari di Bogasari Baking Center, Tanjungpriok, Jakarta Utara, Senin, 18 Mei 2026. Pelatihan digelar untuk menambah keterampilan dan peluang usaha kuliner. 

Ringkasan Berita:
  • PT Pupuk Kujang memberangkatkan 30 ibu-ibu dari 10 desa di Cikampek mengikuti pelatihan tata boga di Bogasari Baking Center untuk meningkatkan keterampilan dan peluang usaha kuliner.
  • Para peserta belajar langsung memilih bahan, mengolah adonan, hingga membuat produk kuliner berkualitas
  • Program Lokamandiri Mama Preneur menjadi bagian komitmen Pupuk Kujang dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan usaha berkelanjutan.

 

TRIBUNJABAR.ID, TANJUNGPRIOK - Langit pagi di Cikampek masih diselimuti udara segar ketika satu per satu ibu-ibu mulai berkumpul dengan wajah penuh semangat. 

Sebagian membawa tas kecil berisi bekal, sebagian lain sibuk bercengkerama sambil memastikan rombongan tidak tertinggal. 

Jam bahkan belum benar-benar menunjukkan pagi sepenuhnya ketika mereka bersiap berangkat menuju Bogasari Baking Center di Tanjungpriok, Jakarta Utara, Senin, 18 Mei 2026.

Hari itu bukan sekadar perjalanan biasa. Bagi puluhan perempuan dari desa-desa sekitar perusahaan, perjalanan tersebut menjadi langkah baru untuk membuka peluang usaha dan harapan masa depan.

Di antara rombongan, Alfia Laili Fadla, 26 tahun, tampak paling antusias. Warga Desa Dawuan Tengah itu mengaku sudah bersiap sejak subuh. 

Ia bahkan berangkat sejak pukul enam pagi agar tidak terlambat mengikuti pelatihan tata boga yang digelar PT Pupuk Kujang Cikampek melalui program Lokamandiri Mama Preneur.

“Senang ikut program ini, sekalian healing tapi dapat ilmu,” ujarnya sambil tersenyum.

Setibanya di Bogasari Baking Center, suasana semakin hidup. Para peserta langsung mengenakan celemek, menyiapkan alat-alat memasak, lalu mendengarkan arahan dari instruktur. Aroma tepung, mentega, dan adonan mulai memenuhi ruangan pelatihan.

Di tempat itu, sebanyak 30 peserta perwakilan dari 10 desa di Cikampek belajar secara langsung mulai dari memilih jenis tepung, menimbang bahan, hingga mengolahnya menjadi produk kuliner berkualitas. Semua dilakukan secara hands on dengan pendampingan para ahli tata boga dari Bogasari.

Memahami terigu

Bagi sebagian peserta, pelatihan itu menjadi pengalaman baru yang membuka wawasan. Selama ini mereka mengenal tepung terigu hanya sebagai bahan umum untuk membuat berbagai makanan. Namun di pelatihan tersebut, mereka mulai memahami bahwa setiap jenis tepung memiliki karakter dan fungsi berbeda.

“Dalam pelatihan ini saya jadi tahu berbagai jenis tepung, dan punya karakter berbeda dan peruntukan berbeda. Dulu bikin kue apa pun pakai terigu, tapi di sini jadi paham memilih tepung yang tepat untuk membuat hidangan,” kata Alfia.

Tidak hanya peserta muda yang bersemangat. Ida Nurida, 51 tahun, dari Desa Dawuan Timur, juga tampak serius mengikuti setiap arahan instruktur. Sesekali ia mencatat tips penting sambil memperhatikan proses pengolahan adonan.

Bagi Ida, pelatihan ini memiliki arti lebih dalam. Setelah berhenti bekerja, ia ingin tetap produktif dan memiliki kegiatan yang dapat membantu ekonomi keluarga.

“Melalui pelatihan ini, saya jadi lebih produktif di rumah. Karena sudah berhenti bekerja, pelatihan ini saya harap bisa membuka jalan rezeki. Saya akan memulai usaha kuliner,” tutur Ida.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved