Rabu, 10 Juni 2026

SPMB 2026

Respons Dedi Mulyadi soal Protes Orang Tua Terkait SPMB Jabar 2026: PCMB Bukan Pendaftaran

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons keresahan orang tua/wali calon murid soal ketidakpastian SPMB 2026. Ia meminta orang tua/wali tidak panik.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Sumedang
KDM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat diwawancara usai mengembalikan Mahkota Binokasih ke Karaton Sumedang Larang, Senin (18/5/2026) sore. 

Hendri menambahkan, dari hasil pertemuan dengan pihak Disdik, ia hanya mendapatkan jawaban bahwa sistem akan dilakukan verifikasi ulang tanpa penjelasan lebih lanjut.

“Hanya sistem saja jawabannya, begitu saja dan akan diverifikasi ulang. Kalau tidak berubah, disuruh datang lagi ke sini,” ucapnya.

Hendri berharap anaknya dapat diterima, baik melalui jalur Sekolah Maung maupun SMA Negeri 4 Bandung melalui jalur reguler.

Keluhan serupa juga disampaikan orang tua calon murid lain, terkait perubahan sistem seleksi Sekolah Maung 2026 yang dinilai tidak disertai penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Salah satunya Tresna Asih, orang tua calon peserta didik SMAN 3 Bandung, yang mengaku mengalami perubahan data dalam sistem pendaftaran jalur Potensi Akademik, mulai dari peringkat hingga status verifikasi yang berubah-ubah.

Tresna menyebut anaknya memiliki capaian akademik tinggi, dengan nilai TKA Matematika 96,67, Bahasa Indonesia 90, rata-rata rapor 92,36, serta hasil tes IQ IST 136 dan Wechsler 154.

Tresna juga menceritakan bahwa anaknya sempat berada di peringkat 4, kemudian bergeser menjadi peringkat 5, sebelum akhirnya data dalam sistem berubah kembali tanpa penjelasan yang jelas.

“Jam 15.55 tiba-tiba tampilannya diverifikasi ulang lagi, dan sudah tidak ada tampilan kuota ranking,” ujar Tresna.

Menurutnya, kondisi semakin membingungkan ketika sistem meminta pengunggahan ulang dokumen, meski sebelumnya sudah dinyatakan terkirim, hingga akhirnya muncul keterangan bahwa pendaftaran ditutup.

Tresna mengaku telah mendatangi SMAN 3 Bandung, Disdik Jabar, hingga cabang dinas di Baros Cimahi, namun tidak memperoleh solusi yang jelas.

“Kami dipimpong ke sana ke sini. Tidak ada yang memberi kepastian,” ucapnya. 

(Tribunjabar.id/Rheina, Nazmi Abdurrahman)

Baca artikel Tribunjabar.id lainnya di Google News.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved