SPMB 2026
Respons Dedi Mulyadi soal Protes Orang Tua Terkait SPMB Jabar 2026: PCMB Bukan Pendaftaran
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons keresahan orang tua/wali calon murid soal ketidakpastian SPMB 2026. Ia meminta orang tua/wali tidak panik.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Ringkasan Berita:
- Polemik SPMB: Sistem SPMB Jabar 2026 menuai protes orang tua karena dinilai kurang transparan.
- Penjelasan Dedi Mulyadi: Dedi Mulyadi menjelaskan, tahapan PCMB saat ini barulah pemetaan dan potensi kelulusan siswa, bukan pendaftaran resmi.
- Imbauan Gubernur: Dedi Mulyadi meminta orang tua tidak panik karena pendaftaran belum dimulai.
TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons keresahan orang tua/wali calon murid soal ketidakpastian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Saat ini, tahapan SPMB Jabar 2026 sedang berada dalam proses PCMB, di mana calon murid mengisi data-data hingga memilih jalur dan sekolah reguler yang kemudian akan diseleksi oleh sistem.
PCMB sendiri adalah hal baru di SPMB Jabar pada tahun ini, sebab biasanya calon murid hanya perlu mendaftar di tahap 1 dan 2 sesuai dengan jalur yang diminati.
Menanggapi kemelut SPMB Jabar 2026, Dedi Mulyadi merespons salah satu video kemarahan orang tua melalui unggahan TikTok pribadinya, Selasa (9/6/2026).
Dedi Mulyadi mengatakan, bisa memahami kemarahan orang tua dalam video yang ia sematkan.
"Saya bisa memahami kemarahan Bapak ini, karena belum mendapatkan penjelasan secara teknis dari Dinas Pendidikan," kata Dedi Mulyadi, dikutip Selasa.
Menurut Dedi Mulyadi, permasalahan SPMB Jabar 2026 ini terletak pada adanya PCMB yang berbeda dengan SPMB.
Baca juga: Karut-marut SPMB 2026 Dibarengi Fenomena Lain, Banyak Pertanyaan Ortu Tak Bisa Dijawab Pihak Sekolah
"Sebenarnya masalahnya sederhana. Jadi, sekarang ini Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan seluruh SMA/SMK di Jawa Barat sedang melaksanakan PCMB, Pemetaan Calon Murid Baru. Belum SPMB, Sistem Penerimaan Murid Baru, belum," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengibaratkan PCMB ini seperti latihan ijab kabul, di mana seorang calon pengantin berlatih melafalkan kalimat ijab.
"Kalau diibaratkan, ini namanya latihan ijab kabul. Biasanya, calon pengantin suka ngafalin dulu agar saat akad nikah tidak berulang-ulang mengucapkan jadi salah ucapannya."
Maksudnya, kata Dedi Mulyadi, PCMB ini bertujuan membantu orang tua/wali maupun calon murid tidak kebingungan untuk mendaftar saat tahap 1 dan 2 SPMB berlangsung.
"Nah, nanti kan kita ada SPMB. Ketika SPMB ini, seringkali orang tua punya waktu yang terbatas untuk mendaftarkan siswanya. Sehingga, jika siswanya tidak diterima oleh sekolah, mengalami kepanikan memilih sekolah lain."
"Untuk mengurangi kepanikan itu, maka saya menggulirkan kebijakan PCMB, jadi seluruh siswa SMP/Tsanawiyah hari ini mengunggah minat menuju sekolah mana," jelas Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi melanjutkan, calon murid bisa melihat potensi ia diterima maupun tidak diterima di sekolah tujuan.
"Misalnya nanti setelah terpetakan, ia dimungkinkan tidak diterima di sekolah A, sehingga nanti saat SPMB sudah bisa memutuskan ia memilih sekolah lain, tidak lagi mendaftar ke sekolah A."
| Jadi Buruan Utama di Cirebon, Pendaftar SMAN 1 Membludak, Bagaimana Siswa yang Tersingkir? |
|
|---|
| PENTING! Catat Jadwal Lengkap dan Jalur Pendaftaran SPMB 2026 Jenjang PAUD, SD, dan SMP di Karawang |
|
|---|
| Karut-marut SPMB 2026 Dibarengi Fenomena Lain, Banyak Pertanyaan Ortu Tak Bisa Dijawab Pihak Sekolah |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Puluhan Ortu Siswa Serbu Kantor Disdik Jabar Buntut Karut Marut SPMB Sekolah Maung |
|
|---|
| Pendaftaran SPMB 2026 Kota Bandung Sudah Dibuka, Tahap 1 Untuk Jalur Afirmasi dan Prestasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-saat-diwawancara-usai-mengembalikan-Mahkota.jpg)