Respons Dedi Mulyadi Soal Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong, Berikan Solusi
Dedi Mulyadi Mulyadi memberikan respons soal polemik dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, ungkap solusi agar tidak ada alasan pungli
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Senada dengan itu, Kepala Desa Pawindan Ahmad Kartoyo mengungkapkan bahwa aktivitas penjagaan telah berlangsung selama puluhan tahun dengan tujuan utama menjaga keamanan lingkungan.
“Ini sudah berjalan sekitar 30 tahun, tujuannya untuk pengamanan. Tidak ada target pungutan, semuanya sukarela,” jelasnya.
Namun, ia menyatakan bahwa pihaknya tetap mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas tersebut menyusul polemik yang muncul.
Ia pun berharap warga yang sebelumnya bergantung pada aktivitas tersebut dapat menemukan sumber penghasilan lain.
Baca juga: Strategi WFH Ala Dedi Mulyadi: Pangkas Biaya Birokrasi Demi Genjot Pembangunan Infrastruktur
Dedi Mulyadi Hentikan Budaya Minta-Minta di Jalan
Ketegasan Dedi Mulyadi dalam kasus pungli berkaitan dengan prinsipnya ingin menghentikan budaya minta-minta di jalan.
Seperti yang terjadi saat Dedi Mulyadi meninjau lokasi longsor di jalur penghubung Sumedang dan Subang, tepatnya di wilayah Cikaramas.
Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa KDM melakukan aksi nyata melakukan perbaikan lokasi longsor.
Di tengah kemacetan akibat longsor, Dedi Mulyadi mendapati sejumlah pemuda yang mengatur lalu lintas sambil menyodorkan wadah sumbangan (kencleng) kepada pengendara.
Mengetahui hal itu, Dedi Mulyadi menegur sejumlah pemuda tersebut untuk menghentikan aktivitas meminta sumbangan tersebut.
Dedi menegaskan bahwa perbaikan jalan termasuk kerusakan akibat longsor didapatkan dari pajak.
Mantan Bupati Purwakarta itu kaget mengetahui bahwa pendapatan dari "pajak jalan" itu bisa mencapai Rp1 juta per hari.
KDM langsung mengambil tindakan tegas, ia meminta para pemuda tersebut untuk berhenti meminta-minta kepada pengguna jalan.
Baginya, aksi meminta-minta di jalan tersebut merusak citra dan harga diri warga Jawa Barat.
"Orang Jawa Barat itu kaya, harus punya harga diri. Jangan memperlihatkan diri seolah-olah kita susah dengan meminta-minta di jalan,” ujarnya kepada para pengatur jalan tersebut.
Tak hanya melarang dan menghentikan budaya minta-minta di jalan, Dedi Mulyadi memberikan solusi konkret.
| Dembele hingga Mbappe Alasan Plh Walkot Tasikmalaya Diky Candra Jagokan Prancis di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| 2 Maling Spesialis Curanmor di Tasikmalaya Dibekuk, Tega Gasak Motor Teman Sendiri |
|
|---|
| Usung Slogan 'Lembur Diurus, Kota Ditata', Dedi Mulyadi Siapkan 2 Skenario Sulap Jalan Desa di Jabar |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Pastikan Pembongkaran di Puncak Disertai Kompensasi, Warga Pun Dicarikan Kontrakan |
|
|---|
| Satpol PP Tasikmalaya Sita Puluhan Botol Miras Jenis Arak Bali di Rumah Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dedi-Mulyadi-ngamuk-proyek-kabel-optik-rusak-trotoar-Pemprov-Jabar.jpg)