Selasa, 2 Juni 2026

Respons Dedi Mulyadi Soal Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong, Berikan Solusi

Dedi Mulyadi Mulyadi memberikan respons soal polemik dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, ungkap solusi agar tidak ada alasan pungli

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Istimewa/Youtube Dedi Mulyadi
KETEGASAN DEDI MULYADI: Tangkapan layar saat Dedi Mulyadi ngamuk ke pekerja hingga mandor karena proyek penggalian kabel optik merusaj trotoar Pemprov Jabar di wilayah Subang, Jawa Barat (arsip). - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan respons soal polemik dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, ungkap solusi. 

Senada dengan itu, Kepala Desa Pawindan Ahmad Kartoyo mengungkapkan bahwa aktivitas penjagaan telah berlangsung selama puluhan tahun dengan tujuan utama menjaga keamanan lingkungan.

“Ini sudah berjalan sekitar 30 tahun, tujuannya untuk pengamanan. Tidak ada target pungutan, semuanya sukarela,” jelasnya.

Namun, ia menyatakan bahwa pihaknya tetap mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas tersebut menyusul polemik yang muncul.

Ia pun berharap warga yang sebelumnya bergantung pada aktivitas tersebut dapat menemukan sumber penghasilan lain.

Baca juga: Strategi WFH Ala Dedi Mulyadi: Pangkas Biaya Birokrasi Demi Genjot Pembangunan Infrastruktur

Dedi Mulyadi Hentikan Budaya Minta-Minta di Jalan

Ketegasan Dedi Mulyadi dalam kasus pungli berkaitan dengan prinsipnya ingin menghentikan budaya minta-minta di jalan.

Seperti yang terjadi saat Dedi Mulyadi meninjau lokasi longsor di jalur penghubung Sumedang dan Subang, tepatnya di wilayah Cikaramas.

Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa KDM melakukan aksi nyata melakukan perbaikan lokasi longsor.

Di tengah kemacetan akibat longsor, Dedi Mulyadi mendapati sejumlah pemuda yang mengatur lalu lintas sambil menyodorkan wadah sumbangan (kencleng) kepada pengendara. 

Mengetahui hal itu, Dedi Mulyadi menegur sejumlah pemuda tersebut untuk menghentikan aktivitas meminta sumbangan tersebut.

Dedi menegaskan bahwa perbaikan jalan termasuk kerusakan akibat longsor didapatkan dari pajak.

Mantan Bupati Purwakarta itu kaget mengetahui bahwa pendapatan dari "pajak jalan" itu bisa mencapai Rp1 juta per hari.

KDM langsung mengambil tindakan tegas, ia  meminta para pemuda tersebut untuk berhenti meminta-minta kepada pengguna jalan. 

Baginya, aksi meminta-minta di jalan tersebut merusak citra dan harga diri warga Jawa Barat.

"Orang Jawa Barat itu kaya, harus punya harga diri. Jangan memperlihatkan diri seolah-olah kita susah dengan meminta-minta di jalan,” ujarnya kepada para pengatur jalan tersebut.

Tak hanya melarang dan menghentikan budaya minta-minta di jalan, Dedi Mulyadi memberikan solusi konkret.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved