Senin, 13 April 2026

Respons Dedi Mulyadi Soal Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong, Berikan Solusi

Dedi Mulyadi Mulyadi memberikan respons soal polemik dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, ungkap solusi agar tidak ada alasan pungli

|
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Istimewa/Youtube Dedi Mulyadi
KETEGASAN DEDI MULYADI: Tangkapan layar saat Dedi Mulyadi ngamuk ke pekerja hingga mandor karena proyek penggalian kabel optik merusaj trotoar Pemprov Jabar di wilayah Subang, Jawa Barat (arsip). - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan respons soal polemik dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, ungkap solusi. 

Ringkasan Berita:
  • Komitmen Larangan Pungli: Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan melarang keras segala bentuk pungutan uang kepada pengendara dan memberikan ancaman sanksi pidana bagi siapa pun yang masih melakukan pungli.
  • Penghentian Sementara: Pihak desa setempat akhirnya mengambil langkah tegas untuk menghentikan sementara aktivitas tersebut. 
  • Budaya Minta-minta di Jalan: Ketegasan di Jembatan Cirahong sejalan dengan prinsip KDM menjaga harga diri warga Jawa Barat dengan menghentikan budaya kencleng di jalan.

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan respons soal polemik dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong.

Beberapa waktu lalu, Jembatan Cirahong ini viral di unggah di berbagai platform media sosial menarasikan bahwa pengendara membayar saat melintas di jembatan penghubung antara Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya tersebut.
 
Video yang diunggah akun X @FZA_007 bahkan telah ditonton ratusan ribu kali dan memancing perbincangan dan perdebatan di kalangan warganet. 

Dalam tayangan itu, terlihat sejumlah pengendara menyerahkan uang kepada penjaga jembatan.

Sebagian warganet menyebut pemerian uang tersebut dilakukan sukarela.

Menurut sebagian warganet itu juga menyebut bahwa pengendara justru cukup terbantu dengan adanya penjaga jembatan tersebut.

Baca juga: Rencana Dedi Mulyadi Tambah Gajah di Kebun Binatang Bandung, Singgung soal Pasangan

Pengendara yang akan masuk dan melintas dari ujung dua sisi jembatan itu diatur agar tertib.

Selain itu, penjaga jembatan itu juga dianggap membantu jika ada pengendara yang melintas pada malam hari karena suasana horor.

Namun sebagian warganet yang tak setuju tetap menganggap aksi pembiaran sukarela itu sebagai pungli.

Hal itu lantaran mengingat fasilitas Jembatan Cirahong tersebut milik PT KAI dan dikelola pemerintah daerah.

Respons Dedi Mulyadi

Terkait polemik dugaan pungli di Jembatan Cirahong tersebut, Dedi Mulyadi akhirnya buka suara memberikan respons bijak dan tegas, melalui unggahan di Instagram pribadinya, Sabtu (4/4/2026).

Mulanya Dedi Mulyadi menjelaskan fakta  Jembatan Cirahong itu yang merupakan jembatan legendaris peninggalan kolonial Belanda dan telah aset milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dedi mengungkapkan bahwa Jembatan Cirahong itu pernah mendapatkan perbaikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan nilai anggaran melampaui Rp 1 miliar pada tahun 2025.

Saat itu beberapa komponen yang diperbaiki di antaranya lantai jembatan.

Kemudian Gubernur yang akrab disapa KDM itu mengungkapkan rencana untuk mempercantik Jembatan Cirahong itu dengan mengecat ulang dan memasang lampu penerangan.
 
“Kami berencana melakukan pengecatan dan pemasangan lampu agar lebih estetik,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip Minggu (5/4/2026).

Perbaikan itu dilakukan Dedi Mulyadi sebagai salah satu solusi dan agar tidak ada lagi alasan bagi siapapun untuk pungli.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved