Respons Dedi Mulyadi soal 2 Harimau Mati di Bandung Zoo, Turunkan Tim hingga Dokter Hewan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara soal matinya dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara di Bandung Zoo.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
"Telepon dokter hewan, suruh ke kebon binantang. Cek jumlah pegawainya. Kemudian, berapa kebutuhan pakannya dalam setiap hari," ujar Dedi Mulyadi.
"Selesaikan, mulai besok kita bisa kirim daging dan sebagainya. Enggak boleh ada lagi yang mati kelaparan," sambungnya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga menegaskan keselamatan pegawai menjadi isu yang tidak kalah penting.
"Pegawai harus diselamatkan, hewan harus diselamatkan. Kan nafsunya dipakai sampai sekarang, sampai ribut masalah yang berhak di Kebun Binatang, berarti pakai nafsu apa itu," katanya.
Fakta-fakta Kematian Huru dan Hara
Hara diketahui merupakan salah satu koleksi satwa di Kebun Binatang Bandung yang lahir pada 12 Juli 2025.
Dia lahir bersama saudaranya, Huru, dari pasangan induk jantan bernama Shah Rukh Khan dan betina Jelita.
Humas BBKSDA Jabar, Eri Mildranaya, menyatakan bahwa dua anak harimau itu terinfeksi virus panleukopenia yang dibawa sang induk. Huru dan Hara telah terinfeksi virus tersebut sejak lahir.
Baca juga: Pesan Bijak Dedi Mulyadi untuk Ajang Syarif yang Ngaku Jadi Dirinya, Khawatirkan Penipuan
"Sementara, hasil nekropsi, FLV positif keduanya. Keduanya mati hanya berselang dua hari, pertama Hara mati pada Selasa (24/3/2026) dan Huru mati Kamis (26/3/2026)," katanya.
Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, Panleukopenia ini penyakit menular yang diakibatkan parvovirus.
Virus ini sangatlah rentan terhadap anak kucing dan tak menginfeksi kepada manusia.
Lalu, Panleukopenia ini menginfeksi sejenis kucing dengan cara membunuh sel-sel aktif membelah di sumsum tulang, usus, dan janin yang tengah berkembang.
Virus jenis ini termasuk virus yang sulit dimatikan dan resisten pada banyak desinfektan.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, peristiwa kematian Huru dan Hara menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat maupun daerah.
"Kami memastikan hal ini tidak mengganggu kesejahteraan hewan lain," tutur Farhan.
Farhan menjelaskan, virus Panleukopenia memang khas menjerat kucing besar dan sulit disembuhkan jika sudah terinfeksi.
| Bikin Macet, 48 Kendaraan yang Parkir Liar Terjaring Razia Dihub Kota Bandung dan Polisi |
|
|---|
| Rute Kirab Mahkota Binokasih 2026 di Kota Cirebon Malam Ini, Mulai di Gedung BAT |
|
|---|
| Dari Bandung untuk Indonesia: Kisah 7 Tahun Marketlab Id Tumbuh Bersama Ratusan Bisnis |
|
|---|
| Dukung KDM, Bupati Bandung Ajak Masyarakat Nikah di KUA: Jangan Pinjam ke Bank Emok atau Pinjol |
|
|---|
| Momen Dedi Mulyadi Bikin Bocah di Tasikmalaya 'Nangis Kejer', Ancam ke Rumah jika Masih Malas Nulis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dedi-Mulyadi-ngamuk-proyek-kabel-optik-rusak-trotoar-Pemprov-Jabar.jpg)