Minggu, 10 Mei 2026

Respons Dedi Mulyadi soal 2 Harimau Mati di Bandung Zoo, Turunkan Tim hingga Dokter Hewan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara soal matinya dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara di Bandung Zoo.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Istimewa/Youtube Dedi Mulyadi
DEDI MULYADI - Tangkapan layar saat Dedi Mulyadi saat menegur ke pekerja hingga mandor karena proyek penggalian kabel optik merusaktrotoar Pemprov Jabar di wilayah Subang, Jawa Barat (arsip). Terbaru, Dedi Mulyadi angkat bicara soal matinya dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara di Bandung Zoo. 

"Telepon dokter hewan, suruh ke kebon binantang. Cek jumlah pegawainya. Kemudian, berapa kebutuhan pakannya dalam setiap hari," ujar Dedi Mulyadi.

"Selesaikan, mulai besok kita bisa kirim daging dan sebagainya. Enggak boleh ada lagi yang mati kelaparan," sambungnya.

Harimau di Kebun Binatang Bandung. Dua anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung, Huru dan Hara, mati akibat terinfeksi virus Panleukopenia (parvovirus) yang dibawa oleh induknya.
Harimau di Kebun Binatang Bandung. Dua anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung, Huru dan Hara, mati akibat terinfeksi virus Panleukopenia (parvovirus) yang dibawa oleh induknya. (Diskominfo Kota Bandung)

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga menegaskan keselamatan pegawai menjadi isu yang tidak kalah penting.

"Pegawai harus diselamatkan, hewan harus diselamatkan. Kan nafsunya dipakai sampai sekarang, sampai ribut masalah yang berhak di Kebun Binatang, berarti pakai nafsu apa itu," katanya.

Fakta-fakta Kematian Huru dan Hara

Hara diketahui merupakan salah satu koleksi satwa di Kebun Binatang Bandung yang lahir pada 12 Juli 2025. 

Dia lahir bersama saudaranya, Huru, dari pasangan induk jantan bernama Shah Rukh Khan dan betina Jelita.

Humas BBKSDA  Jabar, Eri Mildranaya, menyatakan bahwa dua anak harimau itu terinfeksi virus panleukopenia yang dibawa sang induk. Huru dan Hara telah terinfeksi virus tersebut sejak lahir.

Baca juga: Pesan Bijak Dedi Mulyadi untuk Ajang Syarif yang Ngaku Jadi Dirinya, Khawatirkan Penipuan

"Sementara, hasil nekropsi, FLV positif keduanya. Keduanya mati hanya berselang dua hari, pertama Hara mati pada Selasa (24/3/2026) dan Huru mati Kamis (26/3/2026)," katanya.

Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, Panleukopenia ini penyakit menular yang diakibatkan parvovirus.

Virus ini sangatlah rentan terhadap anak kucing dan tak menginfeksi kepada manusia.

Lalu, Panleukopenia ini menginfeksi sejenis kucing dengan cara membunuh sel-sel aktif membelah di sumsum tulang, usus, dan janin yang tengah berkembang.

Virus jenis ini termasuk virus yang sulit dimatikan dan resisten pada banyak desinfektan.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, peristiwa kematian Huru dan Hara menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat maupun daerah.

"Kami memastikan hal ini tidak mengganggu kesejahteraan hewan lain," tutur Farhan.

Farhan menjelaskan, virus Panleukopenia memang khas menjerat kucing besar dan sulit disembuhkan jika sudah terinfeksi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved