Respons Dedi Mulyadi soal 2 Harimau Mati di Bandung Zoo, Turunkan Tim hingga Dokter Hewan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara soal matinya dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara di Bandung Zoo.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Ringkasan Berita:
- Kematian Anak Harimau: Dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, mati di Bandung Zoo akibat infeksi virus panleukopenia.
- Respon Pemerintah: Gubernur Dedi Mulyadi berkoordinasi dengan DPRD dan Sekda Jabar untuk mengirim bantuan pakan serta tim dokter hewan.
- Fokus Keselamatan: KDM menekankan pentingnya penyelamatan satwa dan kesejahteraan pegawai di atas konflik kewenangan atau kepentingan.
TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara soal matinya dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara di Bandung Zoo.
Kedua anak harimau Benggala tersebut mati dalam waktu yang berdekatan. Awalnya, Hara terlebih dinyatakan mati pada Selasa (24/3/2026).
Kemudian, saudaranya, Huru dikonfirmasi mati pada keesokan harinya, Kamis (26/3/2026).
Dikonfirmasi bahwa dua anak harimau itu terinfeksi virus panleukopenia yang dibawa sang induk sejak lahir.
Menanggapi kematian Huru dan Hara, Dedi Mulyadi pun berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk DPRD Jawa Barat.
Dalam video yang ia unggah di media sosial, Senin (30/3/2026), Dedi Mulyadi mengundang Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono untuk membicarakan hal tersebut.
"Pak Ono sering berkunjung ke Kebun Binatang Bandung. Sebenarnya kita ini sudah bersalah, Pak, ada harimau yang anaknya mati," kata Dedi Mulyadi.
Baca juga: Dedi Mulyadi Klaim WFH di Jabar Efektif, Layanan Terjaga dan Belanja Daerah Tetap Optimal
Dedi Mulyadi menjelaskan, ia tidak dapat melakukan tindakan secara langsung karena terhalang oleh kewenangan.
"Karena saya waktu itu terbatas di persoalan kewenangan, bukan di situ," ucap Dedi Mulyadi.
Meski demikian, pria yang akrab disapa KDM tersebut tidak mau lagi mempermasalahkan kewenangan dan lebih mementingkan nasib Bandung Zoo ke depannya.
"Ta sudah lah, kita enggak ngomong kewenangan. Ini kita harus selesaikan, yang penting ke depannya," ucap Dedi Mulyadi.
Mantan Bupati Purwakarta itu berpesan bahwa penting untuk menyelamatkan hewan, bukan hanya nafsunya yang kerap dimiliki manusia.
Kemudian, Ono Surono pun menjelaskan bahwa tim dokter di rumah sakit hewan di Jawa Barat bisa turut terlibat dalam perawatan hewan-hewan di Bandung Zoo.
"Jawa Barat kan punya rumah sakit hewan, didorong dokter-dokternya untuk bisa hadir mengecek kesehatan hewannya secara rutin," jelas Ono Surono.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi pun meminta Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar) Herman Suryatman untuk menurunkan tim serta dokter ke Bandung Zoo.
| Tertinggi Sepanjang Sejarah, Stok Beras Nasional di Perum Bulog Capai 5,37 Juta Ton |
|
|---|
| Aksi Wadeded Knalpot Brong dan Asap Flare Warnai Selebrasi Bobotoh Persib di Dago CIkapayang |
|
|---|
| Peradi Soroti Tantangan dan Lemahnya Sinkronisasi Penegakan Kode Etik Advokat di Daerah |
|
|---|
| CGV PVJ Jadi Lautan Biru, 1.655 Bobotoh Nobar Final Persib vs Persijap |
|
|---|
| Persib Menuju Hattrick Juara, Dedi Mulyadi Pilih Nonton di TV dan Larang Bobotoh Sweeping |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dedi-Mulyadi-ngamuk-proyek-kabel-optik-rusak-trotoar-Pemprov-Jabar.jpg)