Selasa, 19 Mei 2026

Rupiah Tembus Rp17.500 dan Diklaim Tak Berdampak ke Desa, Pengamat Beri Warning Keras: Ada Apa?

Pandangan bahwa dampaknya tidak terlalu terasa bagi masyarakat desa memang memiliki dasar kebenaran dalam konteks tertentu. 

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Kompas.com
Ilustrasi nilai tukar rupiah, kurs rupiah dan dollar AS. (KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA) 

Di Jabar, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk Bandara Kertajati  mengalami kebaikan signifikan sepanjang Maret 2026 sebesar 69,14 persen. 

Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.483, Kadin Kabupaten Bandung Minta Penguatan Produk Lokal untuk Jaga UMKM

Tercatat sebanyak 274 wisman masuk ke Jawa Barat dengan didominasi oleh penduduk luar negeri sebanyak 67,88 persen. 

Penduduk luar negeri merupakan WNI yang tinggal di luar negeri yang memanfaatkan libur lebaran untuk mudik ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati.

Sedangkan WNA yang masuk melalui Stasiun Whoosh pada Maret 2026 mencapai 7.245 kunjungan, turun 46,19 persen secara month to month, namun secara  yoy naik 12,80 persen. 

Selama periode Januari – Maret 2026 tercatat 38.588 kujungan WNA ke Jawa Barat menggunakan Whoosh. 

Angka ini turun 10,80 persen dibandingkan periode Januari – Maret 2025, namun baik 76,58 persen dibandingkan periode yang sama 2024.

Riza menambahkan, pemerintah harus cermat menjawab tantangan saat ini, terlebih geopolitik di timur tengah turut berimbas ke sektor domestik. 

“Jadi tantangannya adalah bagaimana pemerintah menjaga stabilitas ekonomi agar pelemahan rupiah tidak berubah menjadi tekanan berkepanjangan terhadap daya beli masyarakat,” kata Riza.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved