Senin, 18 Mei 2026

Rupiah Tembus Rp17.500 dan Diklaim Tak Berdampak ke Desa, Pengamat Beri Warning Keras: Ada Apa?

Pandangan bahwa dampaknya tidak terlalu terasa bagi masyarakat desa memang memiliki dasar kebenaran dalam konteks tertentu. 

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Kompas.com
Ilustrasi nilai tukar rupiah, kurs rupiah dan dollar AS. (KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA) 

Sedangkan nilai ekspor dan impor Jawa Barat sama-sama mengalami penurunan pada Maret 2026. 

Ekspor Jawa Barat Maret 2026 mencapai USD 2,68 miliar, angka ini turun dibandingkan Februari 2026 yang mencapai USD 3,32 miliar. 

Secara year on year angka ekspor Maret 2026 juga alami penurunan sebesar 13,46 persen dibandingkan Maret 2025. 

Diketahui, nilai ekspor Jawa Barat pada Januari-Maret 2026 tercatat sebesar 9,13 miliar dollar AS atau turun 2,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Adapun penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya ekspor sektor nonmigas.

Di sisi impor, BPS mencatat nilai impor Jawa Barat pada Maret 2026 sebesar 0,70 miliar dollar AS atau turun 19 persen dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 0,86 miliar dollar AS.

Riza menyoroti potensi kenaikan suku bunga buntut dari rupiah melemah bisa berujung  menurunnya kepercayaan investor. 

Baru-baru ini, Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pencoretan 18 saham Indonesia. 

Hal tersebut memicu tekanan di pasar saham domestik dan membebani laju IHSG pada perdagangan.

Berdasarkan data RTI Business, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) senilai Rp1,53 triliun di seluruh pasar pada perdagangan Rabu (13/5/2026).

Riza menjelaskan, bila kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu panjang, dunia usaha dipastikan tertekan di tengah depresiasi. 

“Jika kondisi berlangsung lama, dunia usaha juga bisa menahan ekspansi karena biaya operasional meningkat,” kata dia. 

Namun di sisi lain, tambah Riza, pelemahan rupiah sebenarnya bisa memberikan peluang bagi sektor ekspor dan pariwisata. 

Hal tersebut bukan tanpa alasan, produk Indonesia menjadi negara lebih murah di pasar internasional. 

Menurutnya, di tengah situasi tersebut mestinya mampu mendongkrak kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved