IHSG Menguat di Sesi I, Sentimen Global dan Tekanan Rupiah Masih Membayangi
Tekanan terhadap ekonomi domestik diperparah oleh pelemahan rupiah, pelebaran defisit fiskal akibat kenaikan harga minyak.
Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Kontan/Chepy A Muchlis
Ilustrasi IHSG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan sesi pertama, ke level 7.149,91 saat jeda istirahat siang pada Rabu (1/4/2026).
Dalam situasi tersebut, pelaku pasar cenderung berhati-hati dan mulai melirik instrumen lain seperti emas maupun dolar AS yang dinilai lebih aman.
"Pelaku pasar pun bisa jadi mencari alternatif instrumen lain yang masih memberikan peluang, bisa ke emas maupun USD yang saat ini sedang mengalami kenaikan," tuturnya.
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan fluktuatif seiring kuatnya pengaruh sentimen global dan belum adanya katalis positif yang cukup kuat dari dalam negeri. (*)
Baca Juga
| Pertamina Patra Niaga Regional JBB Perkuat Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Ecoprint |
|
|---|
| IHSG Anjlok 4,11 Persen, Pengamat Sebut Investor Sedang Kehilangan Kepercayaan |
|
|---|
| Sinergi Kabupaten Kota di Jateng Pacu Pariwisata dan Ekonomi Syariah 2027 |
|
|---|
| Konektivitas Digital Berkontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Akses di Indonesia |
|
|---|
| Bukan Sekadar Klub Bola, Kadin dan ASITA Kompak Sebut Persib Juara Dongkrak Ekonomi Bandung |
|
|---|
KOMENTAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-ihsg-ilustrasi-indeks-harga-saham.jpg)