Jumat, 12 Juni 2026

Harga Emas Hari Ini Sabtu 14 Februari 2026 Galeri 24 dan UBS Terjun Bebas, Bagaimana Emas Antam?

Harga emas hari ini Sabtu 14 Februari 2026 masih mengalami fluktuasi, harga emas Galeri 24 hingga UBS terjun bebas. Lalu bagaimana dengan emas Antam?

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Tribun Jabar/Daniel
HARGA EMAS: Seorang petugas menampilkan emas logam mulia Galeri 24 5 gram dan 10 gram di Toko Galeri 24 di Jalan Banda No.30, Merdeka, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. - Harga emas hari ini Sabtu 14 Februari 2026 masih mengalami fluktuasi, harga emas Antam, Galeri 24 hingga UBS terjun bebas. 

0.5 gram Rp1.653.000
1 gram Rp3.195.000
2 gram Rp6.323.000
3 gram Rp9.457.000
5 gram Rp15.725.000
10 gram Rp31.389.000
25 gram Rp78.334.000
50 gram Rp156.580.000
100 gram Rp313.074.000
250 gram Rp782.392.000
500 gram Rp1.564.552.000
1000 gram Rp3.129.060.000

Harga emas UBS

0,5 gram: Rp1.601.000
1 gram: Rp2.961.000
2 gram: Rp5.876.000
5 gram: Rp14.521.000
10 gram: Rp28.888.000
25 gram: Rp72.078.000
50 gram: Rp143.860.000
100 gram: Rp287.607.000
250 gram: Rp718.806.000
500 gram: Rp1.435.926.000

Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi di Bandung Capai Rp160 Ribu per Kilogram, Beras Masih Stabil

Harga Emas Naik Cerminan Ketidakpastian Global Bukan Tanda Pasti Resesi

Beberapa waktu lalu, harga emas kompak tembus Rp 3 juta.

Satu di antara fakto kenaikan harga emas yang tembus Rp3 juta per gram dinilai dipengaruhi oleh kombinasi tekanan global dan domestik. 

Hal ini diungkapkan Pengamat Ekonomi dan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Kota Bandung.

Pengamat Ekonomi bernama Aknolt Kristian Pakpahan ini menilai lonjakan harga emas tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik dunia yang kian memanas.

Dia menuturkan, konflik berkepanjangan seperti Ukraina–Rusia, Israel–Palestina, ketegangan Amerika Serikat–Iran, hingga rivalitas AS–Tiongkok telah meningkatkan tingkat ketidakpastian global atau global uncertainty index. 

Aknolt menilai, dalam kondisi tersebut, emas kembali berfungsi sebagai safe haven asset yang diburu investor, sehingga mendorong kenaikan harga.

“Di sisi lain, ketidakpastian fiskal Amerika Serikat membuat sebagian investor mengurangi minat terhadap saham-saham AS dan beralih ke emas,” ujar Aknolt, kepada Tribunjabar.id, Kamis (29/1/2026). 

Dikatakannya, faktor domestik juga ikut berperan, terutama depresiasi nilai tukar rupiah yang mendorong masyarakat mencari instrumen investasi yang lebih aman.

Namun demikian, Aknolt menegaskan kenaikan harga emas tidak serta-merta menjadi tanda pasti akan terjadinya resesi.

“Tidak selalu, tetapi sering kali menjadi sinyal awal,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga emas biasanya muncul dalam situasi perlambatan pertumbuhan ekonomi, kekhawatiran terhadap inflasi, serta ketidakefektifan kebijakan moneter dalam mengendalikan tekanan harga. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved