Otomotif Jabar Primadona Dunia: Ekspor Kendaraan Tembus USD 8,50 Miliar di 2025
Kendaraan dan bagiannya atau otomotif menjadi penyumbang ekspor terbesar sepanjang 2025 dengan nilai mencapai USD 8,50 miliar.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Jawa Barat mencatat surplus neraca perdagangan USD 26,81 miliar sepanjang 2025.
- BPS Jabar melaporkan nilai ekspor mencapai USD 38,72 miliar, didominasi sektor industri (98,70 persen) terutama kendaraan. Amerika Serikat menjadi tujuan utama ekspor, sementara Tiongkok pemasok impor terbesar.
- Meski impor naik di akhir tahun, kinerja ekspor yang kuat menjaga stabilitas ekonomi Jabar tetap di zona hijau.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kinerja ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor membawa neraca perdagangan Jawa Barat tetap berada di zona surplus sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat nilai ekspor tahun 2025 mencapai USD 38,72 miliar.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jawa Barat, Ninik Anisah, mengatakan capaian tersebut juga menunjukkan tren kenaikan secara tahunan.
Dikatakan Ninik, dibandingkan Desember 2024, ekspor Jawa Barat meningkat 4,08 persen. Sementara secara kumulatif sepanjang Januari hingga Desember 2025, ekspor tercatat naik 2,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kontribusi ekspor Jawa Barat sepanjang 2025 masih didominasi sektor industri yang mencapai 98,70 persen, diikuti sektor migas 0,70 persen, sektor pertanian 0,59 persen, dan sektor tambang 0,01 persen,” jelas Ninik Anisah dalam rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Provinsi Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dia menuturkan, berdasarkan golongan barang, kendaraan dan bagiannya atau otomotif menjadi penyumbang ekspor terbesar sepanjang 2025 dengan nilai mencapai USD 8,50 miliar.
Posisi berikutnya ditempati mesin dan perlengkapan elektrik senilai USD 6,24 miliar, serta mesin dan peralatan mekanis sebesar USD 3,24 miliar.
Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama ekspor Jawa Barat dengan nilai transaksi mencapai USD 6,35 miliar.
Setelah itu disusul Filipina sebesar USD 3,53 miliar dan Jepang USD 2,84 miliar.
Di sisi lain, nilai impor Jawa Barat pada Desember 2025 tercatat sebesar USD 1,08 miliar atau melonjak 26,57 persen dibandingkan November 2025. Namun secara tahunan, impor justru mengalami penurunan 7,64 persen dibandingkan Desember 2024.
Penurunan juga terjadi secara kumulatif sepanjang 2025, yakni sebesar 8,87 persen dibandingkan Januari–Desember 2024.
“Struktur penggunaan impor sepanjang 2025 didominasi oleh bahan baku/penolong sebesar 81,34 persen, barang modal sebesar 10,50 persen, dan barang konsumsi sebesar 8,16 persen,” rinci Ninik.
Berdasarkan golongan barang, impor terbesar Jawa Barat sepanjang 2025 berasal dari mesin dan perlengkapan elektrik dengan nilai USD 1,61 miliar.
Selanjutnya mesin dan peralatan mekanis sebesar USD 0,99 miliar, serta plastik dan barang dari plastik senilai USD 0,92 miliar.
Sementara menurut negara asal, Tiongkok masih menjadi pemasok utama impor Jawa Barat dengan nilai USD 4,07 miliar, disusul Jepang USD 1,39 miliar dan Korea Selatan USD 1,35 miliar.
| Rupiah Tembus Rp17.500 dan Diklaim Tak Berdampak ke Desa, Pengamat Beri Warning Keras: Ada Apa? |
|
|---|
| Misbakhun Jawab Keraguan Analis Soal Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen: Data BPS Sangat Kredibel |
|
|---|
| Tetep Abdulatip: Pertumbuhan Ekonomi Jabar Harus Berdampak Nyata ke Masyarakat, Bukan Sekadar Angka |
|
|---|
| Akademisi UPI: Fee Marketplace Naik hingga 20 Persen, Seller Terancam Boncos |
|
|---|
| Tetep Abdulatip Soroti Pertumbuhan Ekonomi Jabar 5,79 Persen: Harus Diuji Dampaknya ke Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/PABRIK-VINFAST-SUBANG.jpg)