Puty Puar Dirikan BBB Book Club, Ajak Ibu dan Anak Kembali Membaca dan Peduli Isu Iklim
Puty tak hanya mengajak ibu-ibu kembali membaca buku, tetapi juga perlahan membuka ruang diskusi tentang isu yang lebih luas
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Puty Puar mendirikan Buibu Baca Buku (BBB) Book Club pada 2018, berawal dari keresahan ibu-ibu yang ingin anak gemar membaca tetapi jarang membaca sendiri.
- Komunitas BBB kini memiliki sekitar 3.000 anggota dari berbagai daerah dan luar negeri, dengan kegiatan diskusi fleksibel agar ibu-ibu tetap nyaman.
- Tantangan utama adalah rutinitas ibu yang membuat waktu membaca menjadi mewah, sehingga komunitas hadir sebagai ruang saling mendukung agar kebiasaan membaca bertahan.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berawal dari keresahan sederhana sebagai seorang ibu muda, Puty Puar justru membangun sebuah komunitas literasi yang kini menjangkau ribuan anggota dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui Buibu Baca Buku (BBB) Book Club, Puty tak hanya mengajak ibu-ibu kembali membaca buku, tetapi juga perlahan membuka ruang diskusi tentang isu yang lebih luas, mulai dari pengasuhan hingga perubahan iklim dan energi.
Puty bercerita, BBB Book Club lahir pada 2018, dua tahun setelah dirinya melahirkan anak pertamanya.
Baca juga: Mau Touring Tapi Susah Dapat Izin Istri? Komunitas Nebo Beri Tips-nya Biar Gampang
Saat itu ia melihat banyak ibu memiliki keinginan agar anak-anak mereka gemar membaca, namun para ibu sendiri justru jarang meluangkan waktu untuk membaca buku.
“Waktu 2018 itu aku baru punya anak. Aku memang suka baca. Nah, aku ngerasa sebenarnya ibu-ibu tuh banyak yang peduli, pengen anaknya suka baca. Tapi ibu-ibunya sendiri tuh jarang yang baca buku,” ujar Puty saat ditemui di Urbane, Jalan Cigadung Raya, Kota Bandung, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, anak-anak lebih mudah belajar melalui contoh dibanding hanya diberi arahan. Dari situlah muncul gagasan membangun komunitas membaca khusus untuk para ibu.
“Anak-anak tuh lebih gampang dicontohin dibanding disuruh-suruh doang. Jadi aku mikir ibu-ibunya juga harus baca dong,” katanya.
Awalnya, gerakan tersebut dimulai dari media sosial Instagram. Puty ingin membaca buku menjadi kebiasaan yang dibagikan dan dirayakan seperti tren olahraga atau gaya hidup lain yang saat itu ramai di media sosial.
“Kalau dulu orang suka share lari dan kilometernya, aku pengennya buku juga di-share,” ujarnya.
Meski kini memiliki ribuan anggota, perjalanan BBB Book Club tidak selalu mudah. Tantangan terbesar datang dari rutinitas para ibu yang sering kali membuat waktu membaca menjadi hal mewah.
“Banyak ibu-ibu bilang mereka dulu suka baca, sekarang nggak ada waktu,’” kata Puty.
Kesibukan mengurus anak, hingga kelelahan sehari-hari menjadi alasan utama kebiasaan membaca perlahan hilang.
Oleh karena itu, menurut Puty, komunitas hadir bukan hanya sebagai tempat diskusi, tetapi juga ruang saling mendukung agar kebiasaan membaca bisa bertahan.
“Kadang kalau sendiri suka absen. Tapi kalau punya komunitas yang saling ngeracunin buku, itu jadi lebih sustain,” ujarnya.
Baca juga: Bukan Sekadar Gowes, Komunitas Pedal Puff Girls Bawa Pesona Stylish & Colourful di Sudut Bandung
| Bapemperda DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin |
|
|---|
| Mengintip Proyek BRT di Bandung, Progres Diklaim Sudah 11 Persen, PKL Jadi Salah Satu Persoalan |
|
|---|
| Kota Bandung Bersih-bersih Kabel Semrawut, 41 Titik Rampung Ditata Demi Keselamatan Jalan |
|
|---|
| Lokasi Penjualan Hewan Kurban di Kota Bandung Wajib Berjarak 200 Meter dari Permukiman |
|
|---|
| Ratusan SPPG di Bandung Sumbang Sampah 60 Ton per Hari, Belum Dikelola Mandiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kegiatan-BBBBC-yang-dihadiri-ibu-dan-anak-di-Kota-Bandung.jpg)