Soft Human Club Hadir Jadi Ruang Aman untuk Berbagi Cerita di Bandung
SOFT Human Club menjadi ruang baru bagi individu yang ingin bercerita tanpa rasa takut dihakimi.
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- SOFT Human Club menjadi ruang baru bagi individu yang ingin bercerita tanpa rasa takut dihakimi
- Soft Human Club menggabungkan beberapa pendekatan, mulai dari journaling, sesi berbagi cerita, hingga relaksasi
- Soft Human Club juga menghadirkan kegiatan kreatif seperti crafting. Peserta diajak membuat kerajinan manik-manik berupa gantungan kunci hingga boneka kecil.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - SOFT Human Club menjadi ruang baru bagi individu yang ingin bercerita tanpa rasa takut dihakimi. Komunitas ini digagas oleh Maulana Ahmad Ghiffari bersama dua cofounder, Muhammad Ismail Faruqi yang akrab disapa Ail Minelal dan Sarah Velissa Rahmah.
Meski latar belakang Ail sebagai lulusan apoteker, ketertarikannya pada dunia psikologi membuatnya terhubung dengan Maulana dan Sarah, hingga akhirnya bersama-sama membangun komunitas ini.
Sebelumnya, mereka bergerak di bidang bisnis stiker dan penyelenggaraan event.
Namun, dalam perjalanannya, muncul kebutuhan untuk menghadirkan ruang sosial yang lebih bermakna.
“Awalnya kami punya bisnis, tapi merasa butuh sesuatu yang lebih sosial, seperti support group untuk teman-teman. Akhirnya kami mulai dari grup WhatsApp,” jelas Ail, kepada TribunJabar.id, Sabtu (18/4/2026).
Latar belakang berdirinya komunitas ini tak lepas dari fenomena yang mereka lihat di Bandung.
Menurutnya, banyak individu, termasuk penyintas isu kesehatan mental seperti anxiety hingga bipolar, yang membutuhkan ruang untuk bercerita, namun belum menemukan tempat yang tepat.
Berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI pada 2025, Sekitar 20 persen penduduk Indonesia dari 54 juta orang mengalami gangguan mental, tetapi hanya 8 % yang mendapat penanganan.
Setiap tahun ada lebih dari 2.000 kasus bunuh diri, sebagian besar terkait masalah yang tidak tertangani.
Di Kota Bandung sendiri, berdasarkan hasil skrining kesehatan terhadap 148.239 pelajar.
Sebanyak 48,19 % atau 71.433 siswa terindikasi memiliki masalah kesehatan mental.
Pada siswa SMP, 30,55 % mengalami masalah kesehatan jiwa. Sebanyak 76,46 % menunjukkan gejala kecemasan ringan, 7,89 % kecemasan berat, 15,23?presi ringan, dan 7,42?presi berat.
Di tingkat SD, 53,75 % siswa mengalami masalah kesehatan jiwa, terutama kecemasan dan depresi ringan.
Sementara itu, pada SMA sebesar 25,79 % , dan di SLB mencapai 48,51 % .
| 18,12 Persen Hewan Kurban Kota Bandung Tak Layak Konsumsi, Ada Temuan Cacing Hati Hingga Paru Rusak |
|
|---|
| Adam Alis Beri Bocoran Soal Kemungkinan Bek Tangguh Asal Italia Tetap di Persib |
|
|---|
| Intens Sebar Literasi di Ciamis, Komunitas Gada Membaca Jadi Tempat Potong dan Berbagi Daging Kurban |
|
|---|
| Bersyukur Pecahkan Rekor, Teja Paku Alam Malah Bertekad Lampaui Catatannya Sendiri Musim Depan |
|
|---|
| Rumor Nasib 11 Bintang Asing Persib Bandung Musim Depan, 2 Digoda Saingan, 4 Nama Diprediksi Out |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/SOFT-Human-Club-menjadi-ruang-baru-bagi-individu-yang-ingin-bercerita.jpg)