Komunitas Skateboard, Seniman, Fesyen Hingga Musik Ramaikan 60 Tahun Vans Authentic
Gelaran 60 Tahun Vans Authentic diramaikan dengan komunitas skateboard, seniman, fesyen hingga musik
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Tren fesyen saat ini menunjukkan pergeseran ke arah tampilan yang lebih klasik dan fleksibel untuk digunakan dalam berbagai kesempatan
- Sepatu dengan desain minimalis dinilai cocok digunakan bersama berbagai model celana yang tengah tren, mulai dari celana pendek, celana panjang, barrel pants, hingga flare pants yang kembali populer di kalangan generasi muda
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah beberapa tahun tren fesyen didominasi sneakers bergaya sporty dengan sol tebal dan desain mencolok, anak muda kini mulai kembali melirik tampilan yang lebih sederhana.
Sepatu dengan siluet klasik, yang mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian, perlahan kembali menjadi pilihan untuk aktivitas sehari-hari.
Pergeseran tren tersebut turut terlihat dalam perayaan 60 tahun Vans Authentic di Dendy & Darman Studio Bandung, yang mempertemukan seniman, musisi, hingga komunitas skateboard dalam satu ruang kreatif.
Senior Marketing Communication Manager Vans Indonesia, Michael Kienzy, mengatakan tren fesyen saat ini menunjukkan pergeseran ke arah tampilan yang lebih klasik dan fleksibel untuk digunakan dalam berbagai kesempatan.
“Setelah kemarin mungkin sangat sport style, sekarang untuk sepatu harian orang mulai melirik lagi model-model yang klasik. Selain punya nilai sejarah, bentuknya juga mudah dipadupadankan dengan berbagai gaya berpakaian,” ujar Michael saat ditemui di Dendy & Darman Studio, Jalan Kebon Bibit, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, kesederhanaan justru menjadi daya tarik utama.
Sepatu dengan desain minimalis dinilai cocok digunakan bersama berbagai model celana yang tengah tren, mulai dari celana pendek, celana panjang, barrel pants, hingga flare pants yang kembali populer di kalangan generasi muda.
“Karena bentuknya simpel, hampir bisa dipakai dengan potongan celana apa pun. Jadi banyak orang merasa perlu punya satu pasang untuk penggunaan sehari-hari,” katanya.
Michael menilai tren kembali ke gaya klasik juga dipengaruhi perkembangan industri fesyen global yang mengadopsi bentuk siluet serupa yang mengedepankan desain sederhana namun fungsional.
Di tengah tren tersebut, Bandung menjadi kota yang dipilih untuk menutup rangkaian perayaan siluet Authentic yang berkolaborasi dengan Lucas & Sons sebagai tuan rumah.
“Kami sebenarnya ingin nongkrong bareng anak Bandung. Setelah berdiskusi dengan Kang Lucas, akhirnya muncul ide membuat galeri yang juga bisa jadi tempat berkumpul. Dari situ kami mengundang 22 seniman untuk memamerkan karya mereka,” ujar Michael.
Pameran tersebut menampilkan beragam karya seni dari para kreator muda Bandung. Mulai dari karya cetak, instalasi tiga dimensi, hingga eksplorasi medium yang menggabungkan teknik kerajinan tradisional dengan pendekatan modern.
Michael mengaku terkesan dengan antusiasme para seniman maupun masyarakat yang hadir. Bahkan kuota pendaftaran peserta disebut langsung terpenuhi hanya dalam waktu singkat.
“Kami buka registrasi dengan target seharian, tapi ternyata dalam waktu sekitar satu jam kuotanya sudah penuh. Itu di luar ekspektasi kami,” katanya.
| Workshop Kreatif Yoga Pratama, MR.D.I.Y. Art Competition 2026 Buka Ruang Ekspresi Seniman Muda |
|
|---|
| Ruang Seni Jadi Wadah Seniman Lokal, Dorong Kota Bandung Tetap Kreatif dan Inklusif |
|
|---|
| KDM Dukung Pagelaran Seni Sunda di Batusari Subang |
|
|---|
| Ribuan Warga Padati Roadshow Kebudayaan Seni Sunda Bangkit di Milangkala ke-61 Desa Batusari Subang |
|
|---|
| Grey Awards 2026: Batu Lompatan Seniman Muda Menuju Dunia Seni yang Lebih Luas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Seniman-Lucas-di-perayaan-60-tahun-Vans-Authentic.jpg)