Senin, 1 Juni 2026

Apakah Ada Puasa di Bulan Syaban dan Menjelang Ramadhan 2026 yang Dikerjakan Umat Muslim?

Berikut inilah beberapa puasa yang bisa dikerjaka di bulan Syaban 1447 H dan menjelang bulan Ramadhan 2026, ada puasa yang dilarang dikerjakan.

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Freepik
BULAN SYABAN: Ilustrasi Bulan Syaban. - Berikut inilah beberapa puasa yang bisa dikerjaka di bulan Syaban 1447 H dan menjelang bulan Ramadhan 2026, ada puasa yang tak dianjurkan. 

Ada juga sebagian umat Muslim yang mengkhususkan puasa Nisfu Syaban meski sumber hukumnya berasal dari hadis dhaif (hadis lemah).

Puasa Syaban yang dikerjakan di tanggal 15 Syaban ini bertepatan dengan puasa Ayyamul Bidh yang juga biasa dikerjakan hingga tanggal 15 Hijriah.

Ada yang mengerjakan puasa Nisfu Syaban secara khusus meski anjuran mengerjakan puasa ini berasal dari hadis dhaif (hadis lemah).

Berlandaskan dari sumber hadis dhaif itu, maka mayoritas ulama menyarankan bahwa puasa Nisfu Syaban tak dianjurkan atau dilarang.

Bagi yang tidak terbiasa mengamalkan puasa di pertengahan bulan maka dilarang mengerjakan puasa tersebut, kecuali bagi orang yang sudah terbiasa berpuasa.

Hal ini diambil sebagaimana hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

لَا يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلَّا أَنْ يَكُوْنَ رَجُلٌ كَانَ يَصُوْمُ صَوْمًا فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ. 

“Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian mendahului puasa Ramadhan dengan melakukan puasa sehari atau dua hari (sebelumnya), kecuali seseorang yang terbiasa berpuasa (dan waktu kebiasaan puasanya itu jatuh) pada hari itu, maka silahkan dia berpuasa pada hari itu.” (Shahih: HR. al-Bukhari (no. 1914)) dan Muslim (no. 1082))

Namun, puasa di tanggal 15 itu dapat dikerjakan dengan diniatkan sebagai puasa Ayyamul Bidh.

Terlebih, puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah bagian dari kebiasaan memperbanyak puasa di bulan Syaban yang memang memiliki hadis-hadis sahih dari Aisyah R.A. (seperti yang kita bahas sebelumnya).

Baca juga: Hukum Malam Nisfu Syaban yang Harus Diketahui, Jika Berjaga Sepanjang Malam untuk Beribadah, Haram?

Puasa Setelah Nisfu Syaban

Menurut pendapat para ulama Syafiiyah, mereka mengharamkan puasa setelah tanggal 15 Syaban hingga akhir bulan, kecuali bagi beberapa orang tertentu.

1. Sudah terbiasa puasa (puasa Daud dan puasa Senin Kamis)

2. Sedang membayar utang puasa atau puasa Qadha Ramadhan tahun lalu

3. Melaksanakan puasa Nazar

Namun, ada juga sebagian ulama membolehkan berpuasa setelah Nisfu Syaban selama tidak diniatkan untuk menyambut Ramadhan secara berlebihan.

Hari Syak

Umat Muslim dilarang keras (haram) berpuasa pada satu atau dua hari terakhir di penghujung bulan Syaban

Hari tersebut disebut sebagai Hari Syak (hari yang meragukan).

Dilarang berpuasa di hari syak untuk memberi pemisah yang jelas antara puasa sunnah dan puasa wajib (Ramadhan).

Namun, puasa di hari syak dikecualikan bagi orang yang mengerjakan puasa Qadha.

Bulan Syaban adalah kesempatan terakhir bagi umat Muslim untuk melunasi utang puasa Ramadhan tahun sebelumnya. 

Sangat dianjurkan untuk segera menyelesaikan tanggungan puasa (Qadha) sebelum bulan Syaban berakhir agar tidak terkena denda (Fidyah) di kemudian hari.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved