Apakah Ada Puasa di Bulan Syaban dan Menjelang Ramadhan 2026 yang Dikerjakan Umat Muslim?
Berikut inilah beberapa puasa yang bisa dikerjaka di bulan Syaban 1447 H dan menjelang bulan Ramadhan 2026, ada puasa yang dilarang dikerjakan.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Ringkasan Berita:
- Anjuran Memperbanyak Puasa Sunnah: Rasulullah SAW paling banyak melaksanakan puasa sunnah di bulan Syaban sebagai latihan menyambut Ramadhan dan karena bulan ini merupakan waktu diangkatnya amal manusia.
- Kesempatan Terakhir Puasa Qadha: Bulan Syaban adalah batas akhir bagi umat Muslim untuk melunasi utang puasa Ramadhan tahun sebelumnya.
- Larangan Puasa Tertentu: Umat Muslim dilarang berpuasa setelah pertengahan bulan Syaban (setelah Nisfu Syaban) dan pada Hari Syak (1-2 hari sebelum Ramadhan).
TRIBUNJABAR.ID - Bulan Syaban merupakan bulan pertanda dekatnya bulan Ramadhan.
Memasuki bulan Syaban 1447 H, banyak umat Muslim mulai bertanya-tanya mengenai aturan dan amalan puasa sunnah sebelum tibanya bulan suci Ramadhan 2026.
Meski bulan Syaban termasuk bulan yang istimewa, terdapat ketentuan khusus mengenai kapan waktu yang tepat untuk berpuasa dan kapan dilarang melakukannya saat mendekati bulan puasa.
Lantas, adakah puasa di bulan Syaban dan menjelang Ramadhan ?
Jawabannya adalah ya, ada puasa wajib dan beberapa puasa sunnah yang dianjurkan dikerjakan di bulan Syaban.
Baca juga: 3 Bacaan Doa Awal Bulan Menyambut Syaban 1447 H, Lengkap Latin dan Artinya
Terdapat hadis sahih yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW paling banyak melaksanakan puasa sunnah pada bulan Syaban dibandingkan bulan-bulan lainnya.
"Rasulullah SAW sering berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau sering berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat beliau menyempurnakan puasa dalam sebulan yang lebih banyak daripada bulan Syakban." (HR. Bukhari No. 1969 dan Muslim No. 1156).
Dari hadis di atas, alasan Rasulullah SAW banyak mengerjakan puasa sunnah di bulan Syaban dan menjelang Ramadhan karena bulan Syaban selama ini dilalaikan, padahal pada bulan Syaban tersebut diangkatnya amalan-amalan.
Selain itu, menjalankan puasa sunnah di bulan Syaban dianjurkan sebagai latihan menyambut Ramadhan.
Terdapat puasa yang hukumnya sunnah muakkad, ada juga puasa yang hukumnya wajib dan ada puasa yang dilarang.
Demikian, untuk mengerjakan puasa di bulan Syaban dan menjelang Ramadhan ini ada ketentuan tertentu.
Lalu, apa saja puasa yang dikerjakan di bulan Syaban dan menjelang Ramadhan tersebut ? Apa puasa yang dilarang ?
Puasa Sunnah Senin Kamis
Seperti bulan-bulan lainnya, bagi umat muslim yang sudah terbiasa mengerjakan puasa Senin Kamis maka masih bisa dikerjakan di bulan Syaban.
Dengan menjaga puasa Senin Kamis ini, amalan diangkat ke Allah SWT.
Bacaan niat puasa Senin Kamis
Niat Puasa Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal khamîsi sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'ala."
Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dikerjakan tiga hari di pertengahan bulan.
Pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriah (Qomariyah).
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bîdhi sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari putih), sunnah karena Allah Ta'ala."
Puasa Qadha
Puasa Qadha adalah puasa dikerjakan untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan pada tahun-tahun sebelumnya.
Hukum puasa Qadha ini wajib karena mengganti puasa Ramadhan yang juga hukumnya wajib.
Jika seseorang tidak bisa berpuasa karena alasan tertentu yang dibenarkan agama, ia wajib menggantinya di hari lain (di luar bulan Ramadhan).
Secara fikih batas akhir membayar utang puasa atau mengerjakan puasa Qadha hingga sehari sebelum Ramadhan dimulai, asalkan tujuannya murni untuk membayar utang puasa yang wajib.
Secara teknis, batas akhir pengerjaan puasa Qadha adalah tanggal 29 atau 30 Syaban (bergantung pada jumlah hari dalam bulan tersebut), tepat sebelum sidang isbat menetapkan masuknya 1 Ramadhan.
Jika tidak dapat mengerjakan hingga batas waktu puasa Qadha tersebut maka wajib memabayar Fidyah yaitu denda dengan memberi makan orang fakir dan miskin.
Bacaan Niat Puasa Qadha
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘ālā.
Artinya: "Aku berniat meng-qadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala."
Baca juga: Zikir dan Doa-doa yang Dibaca di Malam Nisfu Syaban Huruf Arab dan Latin Lengkap dengan Artinya
Puasa yang Dilarang:
Puasa Nisfu Syaban
Nisfu Syaban adalah malam atau hari pertengahan bulan Syaban, tepatnya pada tanggal 15 Syaban.
Bagi umat Muslim, waktu ini dianggap sebagai salah satu momentum penting sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Banyak ulama menyebutkan bahwa malam Nisfu Syaban adalah malam yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
Hal ini membuat umat Muslim berlomba-lomba mengerjakan berbagai amalan sunnah, seperti zikir di malam Nisfu Syaban untuk memohon pengampunan dosa, sebagai malam yang diberkahi dan malam dikabulkannya doa.
Ada juga sebagian umat Muslim yang mengkhususkan puasa Nisfu Syaban meski sumber hukumnya berasal dari hadis dhaif (hadis lemah).
Puasa Syaban yang dikerjakan di tanggal 15 Syaban ini bertepatan dengan puasa Ayyamul Bidh yang juga biasa dikerjakan hingga tanggal 15 Hijriah.
Ada yang mengerjakan puasa Nisfu Syaban secara khusus meski anjuran mengerjakan puasa ini berasal dari hadis dhaif (hadis lemah).
Berlandaskan dari sumber hadis dhaif itu, maka mayoritas ulama menyarankan bahwa puasa Nisfu Syaban tak dianjurkan atau dilarang.
Bagi yang tidak terbiasa mengamalkan puasa di pertengahan bulan maka dilarang mengerjakan puasa tersebut, kecuali bagi orang yang sudah terbiasa berpuasa.
Hal ini diambil sebagaimana hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
لَا يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلَّا أَنْ يَكُوْنَ رَجُلٌ كَانَ يَصُوْمُ صَوْمًا فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ.
“Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian mendahului puasa Ramadhan dengan melakukan puasa sehari atau dua hari (sebelumnya), kecuali seseorang yang terbiasa berpuasa (dan waktu kebiasaan puasanya itu jatuh) pada hari itu, maka silahkan dia berpuasa pada hari itu.” (Shahih: HR. al-Bukhari (no. 1914)) dan Muslim (no. 1082))
Namun, puasa di tanggal 15 itu dapat dikerjakan dengan diniatkan sebagai puasa Ayyamul Bidh.
Terlebih, puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah bagian dari kebiasaan memperbanyak puasa di bulan Syaban yang memang memiliki hadis-hadis sahih dari Aisyah R.A. (seperti yang kita bahas sebelumnya).
Baca juga: Hukum Malam Nisfu Syaban yang Harus Diketahui, Jika Berjaga Sepanjang Malam untuk Beribadah, Haram?
Puasa Setelah Nisfu Syaban
Menurut pendapat para ulama Syafiiyah, mereka mengharamkan puasa setelah tanggal 15 Syaban hingga akhir bulan, kecuali bagi beberapa orang tertentu.
1. Sudah terbiasa puasa (puasa Daud dan puasa Senin Kamis)
2. Sedang membayar utang puasa atau puasa Qadha Ramadhan tahun lalu
3. Melaksanakan puasa Nazar
Namun, ada juga sebagian ulama membolehkan berpuasa setelah Nisfu Syaban selama tidak diniatkan untuk menyambut Ramadhan secara berlebihan.
Hari Syak
Umat Muslim dilarang keras (haram) berpuasa pada satu atau dua hari terakhir di penghujung bulan Syaban.
Hari tersebut disebut sebagai Hari Syak (hari yang meragukan).
Dilarang berpuasa di hari syak untuk memberi pemisah yang jelas antara puasa sunnah dan puasa wajib (Ramadhan).
Namun, puasa di hari syak dikecualikan bagi orang yang mengerjakan puasa Qadha.
Bulan Syaban adalah kesempatan terakhir bagi umat Muslim untuk melunasi utang puasa Ramadhan tahun sebelumnya.
Sangat dianjurkan untuk segera menyelesaikan tanggungan puasa (Qadha) sebelum bulan Syaban berakhir agar tidak terkena denda (Fidyah) di kemudian hari.
| Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Bahasa Arab, Latin, dan Artinya |
|
|---|
| Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha 2026, Lengkap Bacaan Niat |
|
|---|
| Jadwal Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah 2026, Lengkap Bacaan Niat |
|
|---|
| Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Zulkaidah 1447 H Lengkap dengan Bacaan Niatnya |
|
|---|
| 6 Amalan di Bulan Syawal Bisa Dikerjakan Setelah Ramadhan dan Idul Fitri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-bulan-syaban-1442-h.jpg)