Cirebon Timur Jadi CDPOB, Namun Polemik Justru Muncul di Kalangan Budayawan soal Hal Ini
Perdebatan soal identitas daerah baru Kabupaten Cirebon Timur sebagai calon daerah persiapan otonomi daerah baru menyeruak di kalangan budayawan.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Giri
“Lahan yang diusulkan di Karangmalang merupakan tanah desa, bukan milik pribadi. Itu lebih mudah dikelola untuk kepentingan bersama. Selain itu, informasinya juga tidak berada di kawasan rawan bencana,” ujar Ono, Kamis (18/9/2025).
Baca juga: Anggota DPRD Jabar Yusuf Ridwan Optimistis Pemekaran Cirebon Timur Bakal Meningkatkan Kesejahteraan
Meski demikian, Ono menegaskan, keputusan final tetap ada di tangan Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama masyarakat setempat. Ia juga mengingatkan bahwa pemekaran tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.
Infrastruktur dasar harus dipenuhi lebih dulu, termasuk jalan, pendidikan, hingga fasilitas publik.
"Kalau dimekarkan dulu justru bisa membebani masyarakat. Jadi istilah calon daerah persiapan otonomi baru ini menjadi babak baru untuk pemerintah mengurus persoalan yang ada,” ucapnya.
Berdasarkan kajian sementara, Cirebon Timur diproyeksikan terdiri atas 16 kecamatan dengan luas wilayah 446,57 kilometer persegi.
Skor penilaian administratifnya mencapai 351 poin, menempatkannya di peringkat keenam dari 10 daerah CDPOB yang ditetapkan pemerintah pusat.
Namun, jalan menuju otonomi penuh masih panjang. Saat ini, seluruh daerah persiapan masih menghadapi moratorium pemekaran.
Di tengah proses panjang itu, perdebatan nama dan identitas Kabupaten Cirebon Timur diprediksi akan terus menjadi sorotan, terutama dari kalangan budayawan yang berharap penentuan nama tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif, tetapi juga nilai historis dan kultural. (*)
| Hotel Santika Cirebon Angkat Warisan Budaya Lokal Lewat Heritage Week 2026 |
|
|---|
| Transformasi Usia 12 Tahun: Grage City Mall Resmi Ganti Nama, Kini Usung Konsep Ruang Publik Terbuka |
|
|---|
| Pemandangan Aneh di Mapolres Cirebon: Ada Bus Terparkir Angkut Motor yang Berjajar di Atap |
|
|---|
| Banyak Warga Cirebon Pilih Jadi Pekerja Migran, Tuntutan Ekonomi hingga Sulit Cari Kerja di Daerah |
|
|---|
| Miris Nasib Situs Batu Arca Pejambon Cirebon, Bak Terlupakan, Bangunan Pelindung Rusak dan Runtuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/PENGGIAT-budaya-Cirebon-R-Chaidir-Susilaningrat.jpg)