Rabu, 10 Juni 2026

Jeritan Warga saat Kecelakaan Maut Truk Hantam Warung di Cirebon, Pemilik Warung Tewas di Tempat

Kecelakaan bermula saat sebuah truk Fuso bermuatan bubuk dapur melaju dari arah Jakarta menuju Tegal dan melintas di kawasan lampu merah Junjang

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Eki Yulianto
KECELAKAAN - Kondisi fuso setelah alami kecelakaan di kawasan lampu merah Junjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Selasa (9/6/2026) sore. Truk Fuso yang melaju dari arah Jakarta menuju Tegal tiba-tiba kehilangan kendali, membanting setir ke kiri, lalu menghantam dua warung di pinggir Jalur Pantura. 

Ringkasan Berita:
  • Kecelakaan maut terjadi di Jalur Pantura Arjawinangun melibatkan truk Fuso yang menabrak dua warung
  • Pemilik warung berinisial KW alias Wawan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat terlindas ban truk
  • Dua pengunjung warung mengalami luka berat dan patah tulang sehingga harus dilarikan ke rumah sakit
  • Polisi menduga sopir truk kehilangan kendali saat melihat antrean lampu merah dan membanting setir ke kiri
  • Sopir truk berinisial RDS telah diamankan

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Suara benturan keras yang memecah sore di Jalur Pantura Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Selasa (9/6/2026), masih terngiang di telinga Abdul Halim (55).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di kawasan lampu merah Jungjang itu menjadi salah satu saksi mata saat sebuah truk Fuso kehilangan kendali dan menghantam dua warung di pinggir jalan.

Di tengah kepanikan warga yang berlarian menyelamatkan diri, Abdul mengaku mendengar teriakan yang tak akan mudah ia lupakan.

"Saya lari, saya mau ambil motor. Motor saya ketumpuk material. Pas saya cari-cari, tahu-tahu ada yang teriak, 'Aduh, Wawan... Wawan... Wawan!'” ujar Abdul, saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (9/6/2026) malam.

Baca juga: Detik-detik Truk Fuso Hantam Dua Warung di Arjawinangun Cirebon, Pemilik Tewas Seketika

Jeritan itu merujuk kepada KW (58), pemilik warung yang akrab disapa Wawan.

Pria asal Kabupaten Kuningan tersebut menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut.

Menurut Abdul, warung milik Wawan yang menjual sembako, rokok dan kopi itu baru saja selesai diperbaiki.

"Ini warungnya Wawan. Baru aplus sekitar 10 hari, Pak," katanya, sambil menunjuk bangunan yang kini telah rata dengan tanah.

Saat benturan terjadi, Abdul mengaku sempat kebingungan karena suara yang ditimbulkan sangat keras.

"Waduh, bunyinya 'geruduk'... langsung geruduk-geruduk. Saya lihat langsung geruduk begitu," jelas dia.

Tak lama setelah debu dan puing berhamburan, kondisi memilukan terlihat di lokasi.

Abdul mengatakan, tubuh Wawan ditemukan di dekat roda kendaraan yang menabrak warungnya.

"Wawan di dekat ban. Terlindas. Meninggal," katanya, dengan nada lirih.

Sebagai orang yang setiap hari mangkal di kawasan tersebut, Abdul mengenal korban sebagai sosok yang ramah dan akrab dengan warga sekitar.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved