Ciamis Prioritaskan Perbaikan 33 Sekolah Rusak Berat meski APBD Terbatas, Tak Boleh Pakai Dana BOS
Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memprioritaskan perbaikan 33 sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memprioritaskan perbaikan 33 sekolah yang mengalami kerusakan berat, meski anggaran daerah terbatas.
- Kepala Dinas Pendidikan, Erwan Darmawan, menyebut relaksasi penggunaan dana BOS memberi ruang untuk kebutuhan tertentu, namun tidak bisa digunakan untuk perbaikan besar fasilitas sekolah.
- Kerusakan sekolah umumnya akibat usia bangunan tua dan minim pemeliharaan, bahkan ada yang sejak 1990-an belum pernah diperbaiki.
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memprioritaskan perbaikan 33 sekolah yang mengalami kerusakan berat di tengah kondisi anggaran daerah yang sedang terbatas.
Kepala Dinas Pendidikan Ciamis, Erwan Darmawan, mengatakan pihaknya saat ini terus berikhtiar agar berbagai persoalan pendidikan, terutama terkait anggaran, dapat teratasi secara bertahap.
“Kita berdoa saja mudah-mudahan kebaikan berpihak kepada kita. Ikhtiar sudah kita lakukan satu demi satu, dan mulai ada yang terjawab,” ujarnya saat diwawancarai usai kegiatan Halal Bihalal PGRI Ciamis, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Bupati Majalengka Minta Disdik Turun Cek Sekolah Rusak, Target 280 Ruang Kelas Diperbaiki
Ia menyebutkan, salah satu perkembangan terbaru adalah adanya relaksasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), termasuk untuk kebutuhan tertentu bagi tenaga pendidikan seperti PPPK Paruh Waktu.
Meski demikian, Erwan menegaskan dana BOS tidak dapat digunakan untuk perbaikan besar fasilitas sekolah.
“BOS itu hanya untuk operasional dan kerusakan ringan. Untuk perbaikan besar tentu tidak bisa dari BOS,” jelasnya.
Terkait kondisi sekolah rusak, Erwan mengungkapkan jumlahnya sebenarnya cukup banyak, namun saat ini pihaknya memfokuskan pada 33 sekolah yang masuk kategori paling parah.
“Yang rusak sangat banyak, tapi kita prioritaskan 33 yang paling berat. Itu berdasarkan pendataan dan pemilahan,” katanya.
Ia menjelaskan, kerusakan tersebut umumnya terjadi akibat faktor usia bangunan yang sudah lama serta minimnya pemeliharaan selama bertahun-tahun.
“Ada bangunan yang sudah sangat lama, bahkan sejak tahun 1990-an dan belum tersentuh perbaikan,” ungkapnya.
Lokasi sekolah yang mengalami kerusakan berat pun tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis.
Meski kondisi tersebut cukup memprihatinkan, Erwan memastikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Puting Beliung Terjang Pamulihan Sumedang, Sejumlah Rumah dan Bangunan Sekolah Rusak
Ia mencontohkan penanganan saat terjadi kerusakan di SDN 2 Kujang akibat mengalami kebakaran, di mana pembangunan tetap dilakukan tanpa mengganggu aktivitas siswa.
Pada saat itu ada beberapa tempat alternatif yang bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa.
| Puting Beliung di Pacet Bandung, 22 Rumah Warga dan Sejumlah Fasilitas Umum Terdampak |
|
|---|
| Amukan Puting Beliung Rusak Bangunan Warga di Cibatu Purwakarta, Datang dalam Dua Gelombang |
|
|---|
| Ciamis Dilanda Cuaca Ekstrem, Puluhan Rumah Warga Rusak dan Pohon Tumbang |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Ngamuk Pergoki 6 Bocah SD Boncengan Naik Motor, Ancam Tak Naik Kelas |
|
|---|
| Ciamis Mulai Ramai Dilintasi Pemudik, Volumenya Turun Dibanding Tahun Lalu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pendidikan-Ciamis-Erwan-Darmawan-1.jpg)