Rupiah Tembus Rp17.000, Pemilik KPR Komersial Cemas Hadapi Kenaikan Cicilan
Melemahnya rupiah ini mulai dirasakan was-was oleh masyarakat, terutama pemilik kredit pemilikan rumah (KPR)
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Melemahnya rupiah terhadap dolar AS dinilai berdampak pada suku bunga kredit, yang kemudian berimbas pada cicilan KPR dengan skema floating.
“Sekarang lebih cemas, karena nilai tukar rupiah juga lagi tinggi. Jadi makin terasa tekanannya,” kata dia.
Sebagai langkah antisipasi, Putra berencana memindahkan kreditnya ke bank syariah yang menawarkan cicilan tetap (fixed).
“Rencananya mau take over ke bank syariah supaya cicilannya flat. Memang langsung dihitung tinggi di awal, tapi setidaknya jelas dan tidak berubah-ubah,” ujarnya.
Putra berharap ada kepastian dan stabilitas dalam pembayaran cicilan ke depan, di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung.
| Rupiah Tembus Rp17.002, IHSG Ikut Loto, Pengamat: Pasar Butuh Bukti Nyata Pemerintah |
|
|---|
| bank bjb Perkuat Dukungan untuk Sektor Perumahan Lewat Akad Massal KPR Sejahtera Bagi Masyarakat |
|
|---|
| Hadiri Akad Massal 26 Ribu KPR FLPP, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Siap Bersinergi |
|
|---|
| KPR & Take Over Lebih Mudah dengan Pinhome |
|
|---|
| Hari Pelanggan Nasional 2025, BTN Tingkatkan Kualitas Layanan KPR dan Serapan FLPP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/TAKE-OVER-KPR-PINHOME.jpg)