Jumat, 1 Mei 2026

Kedelai Impor, Gula, dan Daging Sapi Masih Lampaui HET di Jawa Barat

Kedelai impor menjadi komoditas dengan selisih harga tertinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP).

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
istimewa
ILUSTRASI KEDELAI - Sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Jawa Barat masih mengalami kenaikan harga hingga akhir April 2026.  Kedelai impor menjadi komoditas dengan selisih harga tertinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP). Harga kedelai impor saat ini berada di angka Rp13.463 per kilogram.  

Selain kedelai impor, komoditas lain yang juga masih berada di atas HET atau HAP yakni gula pasir curah, daging sapi, dan cabai rawit merah.

"Harga gula pasir curah tercatat Rp17.971 per kilogram, di atas HAP Rp17.500. Kemudian daging sapi berada di level Rp140.705 per kilogram, sedikit di atas HAP Rp140.000," katanya. 

Sementara cabai rawit merah dijual Rp57.534 per kilogram, melampaui HAP Rp57.000.

Selain kedelai, kata Nining, kondisi pasokan Minyakita juga masih menjadi perhatian pemerintah daerah. 

Baca juga: Harga Kedelai di Bandung Tembus Rp10.000: Imbas Konflik Timur Tengah dan Ketergantungan Impor

Kementerian Perdagangan sebelumnya menerbitkan surat edaran Nomor BP.00.01/70/PDN/SD/04/2026 tertanggal 15 April 2026 terkait penyaluran Minyakita ke pasar rakyat melalui Bulog dan IDFood.

Langkah itu diambil menyusul turunnya pasokan Minyakita di pasar rakyat.

"Disperindag Jabar telah menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui penguatan penyaluran dan pengawasan ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Bulog mengakui terjadi penurunan jumlah penyaluran Minyakita ke pedagang pasar akibat keterbatasan stok, sementara IDFood saat ini disebut tidak memiliki stok," jelasnya. 

Adapun stok Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat saat ini tersisa 140.000 liter.

Bulog juga telah mengajukan purchase order (PO) ke tiga produsen, namun hingga kini belum ada penyaluran baru.

"Jika stok tersedia, distribusi akan diprioritaskan ke wilayah Priangan Timur, meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, dan Kota Tasikmalaya," kata dia. 

Nining menambahkan, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Kemendagri  penyaluran Minyakita ke depan diprioritaskan untuk pasar rakyat dan tidak hanya terfokus pada program bantuan pangan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved