Sabtu, 9 Mei 2026

Perjalanan Bell Living Lab Olah Limbah Kopi Jadi Material Multifungsi

Bell Living Lab mengoptimalkan pengelolaan limbah kopi menjadi material dan produk furnitur ramah lingkungan dengan nilai jual tinggi.

Tayang:
Penulis: Fransisca Andeska | Editor: Content Writer
Istimewa
PRODUK LIMBAH KOPI - Bell Living Lab adalah usaha yang mengolah limbah kulit dan ampas kopi menjadi material seperti C-foam untuk kebutuhan interior dan furnitur. Bisnis ramah lingkungan ini melibatkan 100 petani kopi di Cilengkrang, Kabupaten Bandung, dalam rantai pasoknya. 

Para petani tersebut mendapat edukasi untuk memilah limbah kulit kopi agar bersih dari campuran tanah dan daun. Limbah yang sudah dipilah kemudian dibeli oleh Bell Living Lab

“Dampaknya cukup terasa. Ada peningkatan pendapatan sekitar 10 sampai 20 persen bagi petani. Tapi yang lebih penting, mereka mulai melihat limbah itu sebagai sesuatu yang punya nilai,” kata Arka. 

Tak hanya itu, beberapa anggota kelompok tani juga dilibatkan dalam proses produksi di Bandung. 

Sepanjang 2025, pengembangan produk C-foam meningkat hingga 100 persen dibanding sebelumnya. Arka menyebut peningkatan ini didorong oleh kombinasi inovasi produk dan dukungan kolaborasi. 

Dukungan Perbankan Percepat Pertumbuhan Bisnis

Sejak berdiri pada 2020, Bell Living Lab telah menggunakan layanan perbankan dari CIMB Niaga untuk mendukung operasional bisnisnya. 

“Dari awal kami memang menggunakan CIMB Niaga untuk rekening perusahaan dan payroll bagi karyawan. Buat kami, sistem digital banking seperti BizChannel@CIMB dan aplikasi OCTO sangat membantu memudahkan beragam transaksi finansial usaha dan sehari-hari,” tutur Arka. 

Ia menjelaskan, kemudahan transaksi dan pengelolaan arus kas menjadi faktor penting bagi usaha berbasis inovasi yang membutuhkan fleksibilitas.

“Sebagai bisnis yang fokus pada riset dan pengembangan, kami butuh sistem yang praktis dan efisien. Pengelolaan payroll, pembayaran vendor, sampai monitoring transaksi bisa dilakukan praktis dan aman secara digital melalui BizChannel@CIMB dan aplikasi OCTO,” jelasnya. 

Dukungan yang diterima Arka dari CIMB Niaga bukan hanya dari sisi layanan perbankan. Sebagai salah satu pemenang Program Community Link #JadiNyata 2024-2025, Arka juga mendapatkan dukungan finansial dari CIMB Niaga untuk mengembangkan Bell Living Lab.

Program Community Link #JadiNyata merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) CIMB Niaga yang berfokus pada pengembangan ide sosial berdampak di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Melalui Program Community Link #JadiNyata, Arka dan Bell Living Lab dapat mewujudkan mimpi dan aspirasinya, termasuk dalam mempercepat produksi C-foam. “Program ini bukan hanya soal pembiayaan. Kami juga mendapat eksposur dan jejaring. Itu penting untuk bisnis inovasi seperti kami yang sedang membangun pasar,” ujarnya. 

Dengan potensi limbah yang melimpah dan dukungan ekosistem yang terus berkembang, Bell Living Lab berharap Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pengolah limbah kopi, tetapi juga sebagai sumber biomaterial bernilai global. 

Arka mengatakan mimpi jangka panjangnya adalah menjadikan Bell Living Lab sebagai leading biomaterial producer dari Indonesia. 

“Saya ingin Bell Living bisa jadi leading dalam material sourcing. Jadi kalau orang berpikir soal biomaterial, dia akan ingat dengan Bell Living Lab,” tutupnya.

Baca juga: Dorong Masyarakat Travel Ala Global Citizen dengan Efisien melalui CIMB Niaga Cathay Travel Fair

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved