Ekspor Jabar ke AS Tembus USD 6,35 Miliar, Pengamat Soroti Dampak Kesepakatan Dagang
Amerika Serikat masih menjadi pasar utama ekspor Jawa Barat dengan nilai transaksi mencapai USD 6,35 miliar.
Penulis: Nappisah | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- Amerika Serikat masih menjadi pasar utama ekspor Jawa Barat dengan nilai transaksi mencapai USD 6,35 miliar
- Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat dinilai akan berdampak langsung pada kinerja ekspor daerah
- Kesepakatan itu memberikan kepastian pengenaan tarif dan aturan turunannya antara kedua negara
- Kepastian tersebut penting bagi pelaku usaha dalam menghitung biaya dan proyeksi ekspor-impor
- Dalam kesepakatan tersebut, ditetapkan tarif resiprokal sebesar 19 persen
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Amerika Serikat masih menjadi pasar utama ekspor Jawa Barat dengan nilai transaksi mencapai USD 6,35 miliar.
Di tengah posisi strategis tersebut, kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat dinilai akan berdampak langsung pada kinerja ekspor daerah.
Pengamat ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Aknolt Kristian Pakpahan, mengatakan kesepakatan itu pada akhirnya memberikan kepastian resmi terkait pengenaan tarif dan aturan turunannya antara kedua negara.
Kepastian tersebut, menurutnya, penting bagi pelaku usaha dalam menghitung biaya dan proyeksi ekspor-impor karena memberikan kejelasan bagi pelaku usaha dalam menghitung biaya, pajak, serta proyeksi ekspor-impor ke depan.
Baca juga: Resna Raniadi Pimpin Era Baru Upbit Indonesia, Fokus Ekspansi Lokal dan Edukasi Publik
“Tentu hal ini memberikan kepastian akan besaran pajak dan aktivitas ekspor impor di antara kedua negara,” ujarnya, saat dihubungi Tribunjabar.id, Sabtu (21/2/2026).
Dalam kesepakatan tersebut, ditetapkan tarif resiprokal sebesar 19 persen. Menurutnya, angka tersebut masih cukup kompetitif untuk menjaga daya saing produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.
Selain itu, kata Aknlot, terdapat penghapusan tarif resiprokal untuk sejumlah komoditas unggulan Indonesia seperti kopi, minyak kelapa sawit, rempah-rempah, dan kakao.
Produk tekstil dan apparel juga memperoleh skema khusus.
"Di sisi lain, hampir seluruh produk Amerika Serikat yang masuk ke Indonesia turut mendapatkan keuntungan dari pengaturan baru ini."
Karena itu, Aknolt menilai situasi tersebut tidak sepenuhnya bisa disebut sebagai win-win solution, meski Indonesia tetap memperoleh manfaat dari sisi kepastian tarif dan peluang ekspor.
“Tidak sepenuhnya win-win solution, akan tetapi Indonesia mendapatkan manfaat dari kesepakatan dagang ini,” katanya.
Baca juga: Perumda BPR Bank Cirebon Sudah Ditutup OJK, Kejaksaan: Calon Tersangka Sudah Ada
Bagi Jawa Barat, dampaknya dinilai signifikan. Aknolt menjelaskan, Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama ekspor.
Perubahan kebijakan tarif akan langsung berpengaruh terhadap kinerja ekspor daerah, terutama untuk komoditas unggulan seperti kopi dan tekstil.
Aknolt melihat adanya potensi peningkatan ekspor dari Jawa Barat, khususnya pada dua sektor tersebut.
| Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan, Wabup Indramayu Syaefudin Diperiksa Sebagai Tersangka |
|
|---|
| Lindungi Cita Rasa Ubi Cilembu, Kemenkum Jabar Gelar FGD Bareng MPIG ASAGUCI |
|
|---|
| Andhika Surya Gumilar Tegaskan Komitmen DPRD Jabar Kawal SPMB yang Objektif dan Akuntabel |
|
|---|
| Siswa yang Tak Lolos SPMB 2026 Diminta ke Sekolah Swasta, Dedi Mulyadi Janjikan Gratis |
|
|---|
| KDM Minta Maaf PPDB Jabar 2026 Kisruh: Siswa Miskin di Swasta Bakal Dibayari Pemprov |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-dan-Presiden-Don.jpg)