Selasa, 5 Mei 2026

Semarak Kompetisi Pariwisata ke-16, Polban Undang Kampus dari Filipina dan Mesir

Politeknik Negeri Bandung (Polban) menggelar Kompetisi Pariwisata (KPI) ke-16 dengan melibatkan 46 kampus

Tayang:
Penulis: Rahmat Kurniawan | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
KPI POLBAN - Politeknik Negeri Bandung (Polban) menggelar Kompetisi Pariwisata (KPI) ke-16 dengan melibatkan 46 kampus, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Dua kampus luar negeri berasal dari Filipina dan Mesir yang mengikuti kompetisi secara langsung maupun daring. 

Ringkasan Berita:
  • Politeknik Negeri Bandung (Polban) menggelar Kompetisi Pariwisata (KPI) ke-16 dengan melibatkan 46 kampus
  • Tema dari KPI adalah People and Nature for a Sustainable Tourism yang mengangkat sejumlah isu penting, seperti kepadatan pariwisata (overtourism), keberlanjutan (sustainable tourism), serta sampah laut (marine debris).

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARATPoliteknik Negeri Bandung (Polban) menggelar Kompetisi Pariwisata (KPI) ke-16 dengan melibatkan 46 kampus, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Dua kampus luar negeri berasal dari Filipina dan Mesir yang mengikuti kompetisi secara langsung maupun daring.

"Kita mencoba menyentuh kancah internasional. Ada dua universitas luar negeri yang bergabung di KPI 16 ini, yakni De La Salle Lipa dari Filipina yang hadir secara langsung, serta Al-Azhar University Cairo dari Mesir yang mengikuti secara daring," kata Ketua KPI 16, Septiana Dwi Ranjani, di Polban, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (5/5/2026).

Septiana mengatakan, tema yang diangkat dalam kompetisi kali ini adalah People and Nature for a Sustainable Tourism.

Tema tersebut mengangkat sejumlah isu penting, seperti kepadatan pariwisata (overtourism), keberlanjutan (sustainable tourism), serta sampah laut (marine debris).

Kepadatan pariwisata (overtourism) dinilai telah menjadi isu mendesak yang perlu segera dicarikan solusi guna memastikan ekosistem pariwisata tetap memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi wisatawan.

Di sisi lain, Indonesia memiliki banyak lokasi yang berpotensi menjadi destinasi wisata, namun belum tereksplorasi secara optimal.

"Di Indonesia, salah satu contohnya ada di Bali. Kenyamanan berkunjung untuk berlibur menjadi berkurang karena terlalu menumpuk di satu tempat. Padahal, kita memiliki banyak destinasi bagus yang belum tereksplorasi," ujarnya.

Isu lingkungan juga menjadi perhatian serius, terutama terkait sampah laut (marine debris) yang berdampak pada ekosistem.

Bahkan, salah satu satwa ikonik pariwisata Indonesia, paus sperma, diketahui mengonsumsi sampah plastik dalam jumlah besar.


"Nah, yang ketiga adalah soal sampah laut atau marine debris. Kita tahu, sampah di laut sudah menumpuk dan memengaruhi ekosistem. Bahkan paus sperma bisa mengonsumsi sampah plastik hingga berton-ton," tegasnya.


Ia berharap, sektor pariwisata dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan di masa mendatang. "Kita harus ingat, alam yang menjaga kita. Jadi kita juga harus menjaga alam agar tetap nyaman untuk ditinggali maupun dikunjungi," tandasnya.


Di lokasi yang sama, Dosen Program Studi (Prodi) Perjalanan Wisata (UPW) Polban, Eko Susanto, mengatakan KPI terus berinovasi sejak pertama kali digelar pada 2009. Hal ini dilakukan untuk memastikan mahasiswa memiliki pemahaman yang relevan terhadap kondisi dan tantangan di dunia pariwisata.


"KPI ini sepenuhnya diselenggarakan oleh mahasiswa. Artinya, kita mengukur pembelajaran melalui situasi nyata, dengan proyek, tamu, dan risiko yang sesungguhnya. Itu yang kita kelola sebagai bagian dari proses pembelajaran," kata Eko.


Ia menambahkan, KPI Polban terus berkembang hingga melibatkan lintas kampus, termasuk dari luar bidang pariwisata. Pada KPI ke-16 ini, partisipasi kampus internasional menjadi salah satu indikator peningkatan kualitas kompetisi.
"Kita berharap KPI ini bisa terus menjadi barometer kompetisi pariwisata yang berkualitas di Indonesia," tuturnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved