Rabu, 6 Mei 2026

Bupati Dony Ahmad Munir Membuka Pekan Adat Ngalaksa 2026 di Rancakalong Sumedang

Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan pentingnya pelestarian budaya pembukaan Pekan Adat Ngalaksa 2026

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Sumedang
PEKAN ADAT NGALAKSA - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membuka Pekan Adat Ngalaksa 2026 di Geoteater Rancakalong, Selasa (5/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai fondasi pembangunan daerah melalui pembukaan Pekan Adat Ngalaksa 2026 
  • Bupati Sumedang menekankan bahwa kekuatan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh ketahanan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Laporan Kontributor Tribunjabar.id,  Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai fondasi pembangunan daerah melalui pembukaan Pekan Adat Ngalaksa 2026 di Geoteater Rancakalong, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir tersebut akan berlangsung hingga 10 Mei 2026, melibatkan berbagai unsur masyarakat mulai dari sesepuh, tokoh adat, hingga generasi muda.

Dalam sambutannya, Dony menekankan bahwa kekuatan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh ketahanan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar budaya yang kuat. Di Sumedang, ruh budaya itu ada di Rancakalong,” ujarnya.

Ia menjelaskan, budaya tidak hanya dimaknai sebagai seni pertunjukan, tetapi juga mencerminkan cara hidup, pola pikir, dan etos kerja masyarakat.

Tradisi Ngalaksa sendiri merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen, khususnya padi sebagai sumber kehidupan.

Dalam tradisi Sunda, padi kerap dikaitkan dengan simbol kesuburan yang dikenal sebagai Dewi Sri.

Lebih dari itu, Dony menilai Ngalaksa menjadi ruang aktualisasi nilai gotong royong yang masih terjaga kuat di masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara bersama-sama, mencerminkan kebersamaan yang menjadi ciri khas budaya lokal.

“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi identitas yang harus dijaga bersama,” tegasnya.

Senada dengan itu, Camat Rancakalong Deni Suhandani menyebutkan bahwa Ngalaksa merupakan tradisi turun-temurun yang tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil musyawarah para sesepuh dan tokoh masyarakat, serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah melalui program pelestarian budaya.

Pemerintah berharap, tradisi seperti Ngalaksa tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus kekuatan menghadapi perubahan zaman.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved