Rabu, 29 April 2026

Refleksi: Belajar dari Fenomena SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta

SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, yang daftar tunggunya bahkan mencakup anak-anak yang belum memasuki usia sekolah.

|
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Gozali
GOZALI - Gozali (Kandidat Doktor Pendidikan Islam)  

Menjaga kualitas berarti menjaga amanah kepercayaan publik. 

Setiap tambahan siswa bukan sekadar angka, tetapi tanggung jawab pendidikan, pembinaan karakter, dan masa depan yang dipertaruhkan.

Fenomena antrean panjang ini juga mengirim pesan penting bagi pemangku kebijakan pendidikan.

Persoalan utamanya bukan hanya akses, melainkan ketimpangan kualitas antar sekolah.

Selama mutu pendidikan belum merata, masyarakat akan terus menumpuk harapan pada sekolah-sekolah tertentu yang dianggap paling dapat dipercaya.

Solusi jangka panjangnya bukan memaksa satu sekolah menanggung beban kepercayaan sendirian, melainkan meningkatkan kualitas sekolah secara kolektif dan sistemik.

Penguatan kompetensi guru, tata kelola sekolah yang profesional, serta konsistensi nilai dan budaya pendidikan harus menjadi prioritas utama.

Pada akhirnya, kepercayaan masyarakat yang luar biasa hanya dapat dijawab dengan kualitas yang dijaga secara konsisten.

Bukan dengan memperbanyak bangku, tetapi dengan memperkuat makna pendidikan.

Karena sekolah yang benar-benar besar bukanlah yang paling banyak muridnya, melainkan yang paling bermutu dampaknya bagi generasi masa depan.

*Dari berbagai sumber

**Gozali (Kandidat Doktor Pendidikan Islam

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved