Gym Tetap Jalan, Gula Darah Tetap Aman: Ini Caranya!
Olahraga dikenal ampuh membantu tubuh mengatur kadar gula darah secara alami
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Zaman sekarang, banyak orang rutin berolahraga di gym untuk hidup sehat. Namun saat berolahraga di gym, ada risiko tersembunyi yang sering luput dari perhatian, yaitu kadar gula darah yang bisa tiba-tiba naik atau turun drastis.
Hal ini penting diperhatikan, terutama bagi individu dengan risiko prediabetes atau diabetes.
Apa yang menjadi pemicunya?
Ternyata, latihan seperti High-Intensity Interval Training (HIIT), lari jarak jauh, atau angkat beban membuat otot menyerap lebih banyak glukosa sebagai ‘bahan bakar’ sehingga tubuh lebih responsif terhadap insulin, tetapi jika intensitasnya berlebihan, tubuh justru menafsirkannya sebagai stres dan melepaskan hormon yang memicu lonjakan gula darah.
Hal ini juga ditegaskan oleh dr. Hoo Yumilia, SpPD-KEMD, FINASIM selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes Mayapada Hospital Bandung.
Ia mengungkapkan, Olahraga dikenal ampuh membantu tubuh mengatur kadar gula darah secara alami.
"Tapi bila dilakukan tanpa perhitungan, apalagi terlalu berat, tubuh bisa melepas hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, yang mengganggu kerja insulin, terutama jika kadar gula darah belum stabil." Kata dr Hoo dalam keterangan resminya.
Lalu, apakah orang dengan risiko metabolik tetap bisa berolahraga? Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (Sport Medicine) Mayapada Hospital Bandung, dr. Alvin Wiharja, Sp.KO, M.M.R.S menekankan bahwa olahraga tetap penting, namun perlu disesuaikan.
"Manfaat utama olahraga terletak pada kemampuannya menjaga stabilitas metabolik. Namun, ini hanya bisa dicapai jika intensitas, durasi, dan jenis latihan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Latihan yang rutin dan terukur akan membantu tubuh beradaptasi secara positif dan menghindari risiko seperti kelelahan berlebih atau hipoglikemia," jelasnya.
Untuk menjaga gula darah tetap stabil selama berolahraga, ikuti tips berikut ini! Pertama, cek gula darah sebelum latihan, terutama jika memiliki riwayat prediabetes atau diabetes.
Kedua, konsumsi snack ringan yang mengandung karbohidrat 1-2 jam sebelum olahraga dan pastikan tubuh terhidrasi.
Ketiga, siapkan glukosa cepat serap seperti jus buah, madu sachet, atau minuman isotonik untuk berjaga-jaga jika merasa lemas, pusing, atau gemetar.
Bagi yang ingin tetap aktif meski memiliki risiko metabolik, Mayapada Hospital menghadirkan Sugar Clinic, pusat layanan kesehatan bagi semua kalangan. Layanan yang tersedia di beberapa unit Mayapada Hospital di Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan), Tangerang, Bandung, dan Surabaya ini membantu mendeteksi risiko prediabetes dan diabetes, memberikan manajemen menyeluruh, serta panduan gaya hidup guna menjaga metabolisme tetap sehat.
Layanannya mencakup skrining berbasis AI, pemeriksaan gula darah, konsultasi medis, serta pendampingan gaya hidup sehat yang terintegrasi.
Mayapada Hospital juga menyediakan layanan Sport Injury Treatment & Performance Center (SITPEC), yang menyediakan akses layanan komprehensif mulai dari pencegahan cedera, skrining pra-latihan, hingga peningkatan performa fisik, dengan dukungan tim dokter dan fisioterapis profesional serta fasilitas modern seperti gym, VO2 max, dan Body Composition Analysis.
| Penderita Diabetes Wajib Waspada, Retinopati Diabetik Sering Muncul Tanpa Gejala |
|
|---|
| Masih Makan Dengan Pola Begini? Hati-Hati, Liver Bisa Jadi Korban |
|
|---|
| Bukan Diet Ketat, Ini Kunci Menjaga Berat Badan Tetap Stabil |
|
|---|
| Edukasi Bahaya Diabetes di Cangkuang, FK Unisba Ajak Warga Optimalkan Lahan Tanaman Obat Keluarga |
|
|---|
| Timbangan Tak Naik, Tapi Perut Makin Buncit? Jangan-jangan Metabolik Terganggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-tes-kadar-gula-darah.jpg)